Berapa Ukuran Lot dan Resiko Trading Forex Yang Tepat?


Trader, Anda pasti sudah paham bahwa cara tercepat untuk menjadi kaya dari forex adalah dengan memperbesar ukuran lot trading. Tetapi, di lain sisi menggunakan ukuran lot terlalu besar malah beresiko kehilangan dana di akun trading Anda dalam jumlah yang sangat besar, bahkan Margin Call.

Pada dasarnya tidak ada aturan baku berapa ukuran lot yang sebaiknya Anda gunakan, yang mana besarnya ukuran lot sangat berhubungan erat dengan jumlah dana yang ada di dalam akun trading Anda.

Trader yang memiliki dana sebesar $100.000 tentu menggunakan ukuran lot trading yang berbeda dengan mereka yang hanya menggunakan dana $1000. Meski tidak ada aturan baku dalam penentuan besar lot, namun dapat kita hitung mengikuti besar kerugian yang sudah kita tetapkan dalam strategi trading yang digunakan.

Lalu berapakah besar ukuran lot dan resiko trading forex yang paling efektif terhadap jumlah modal trading kita? Bagaimana menghitungnya?

OK traders, pada artikel kali ini kita akan mengulas tuntas problema tersebut.

HARUS TEPAT MENENTUKAN UKURAN LOT TRADING

Trader Indonesia, tahukah Anda bahwa ukuran lot trading forex merupakan aspek yang sangat penting dari setiap trading plan. Seorang trader, khususnya trader pemula biasanya kurang mempertimbangkan hal ini, padahal tindakan yang demikian dapat membahayakan akun mereka sendiri.

Banyak trader yang karir tradingnya tidak berlanjut kemana-mana alias stagnan karena menempatkan lot trading yang terlalu besar, sehingga terkadang mereka enggan melakukan cut loss saat posisi trading mereka jelas-jelas mengalami kerugian besar dan pada akhirnya harus melakukan deposit ke dalam akun trading lagi, atau margin call.

Ketika ukuran lot trading yang Anda pasang terlalu besar, maka semua analisa yang Anda pakai tidak akan ada gunanya. Karena hal ini berarti potensi risiko kerugian Anda akan jauh lebih besar daripada keuntungannya.

Oleh karena itu, memiliki formula untuk mengelola risiko adalah syarat mutlak untuk karir trading Anda agar terus berlanjut hingga menjadi trader profesional.

BACA JUGA:  Hati-hati! Broker Satu ini Penipu, Sering Manipulasi Harga !

Kali ini kami akan menjelaskan visualisasi risiko yang ada pada ukuran trade Anda berdasarkan buku karangan Mark Douglas yang berjudul “Trading in the Zone“. Agar mudah memahami analogi ukuran perdagangan yang digunakan oleh Douglas, bayangkan Anda akan menyeberangi sebuah jurang yang besar seperti Grand Canyon.

Anggaplah lebar jembatan yang akan Anda seberangi adalah jumlah lot yang akan Anda transaksikan. Jika lebar jembatan untuk menyeberangi jurang tersebut dibangun selebar 10 jalan tol dengan konstruksi yang tepat, maka Anda tidak akan takut menyeberangi jurang itu bukan?

Selain itu, kekhawatiran untuk jatuh akan lebih kecil dibanding jika jembatannya rapuh dan ringkih. Jadi, semakin kecil perbandingan ukuran lot trading yang Anda buka dengan dana yang ada pada akun Anda, semakin kecil kemungkinan kerugian yang akan Anda hadapi.

Dengan ukuran rasio lot trading yang lebih kecil, tentunya Anda akan lebih nyaman dan lebih tenang dalam melakukan analisa bahkan melakukan cut loss sekalipun.

Kemudian penggunaan leverage yang optimal dimisalkan seperti pegangan tali tambang yang kuat pada jembatan itu. Dengan begitu, bagaimanapun fluktuasi harga yang terjadi di pasar, jika Anda memiliki pegangan yang kuat, Anda tidak perlu khawatir “terjatuh” ke dalam jurang kerugian.

Ada dua aspek yang harus Anda tentukan sebelum menetapkan ukurang lot trading yang tepat:

  1. Berapa persen risiko Anda siapkan untuk menerima kerugian
  2. Pada pip berapa Anda akan melakukan stop

BESAR LOT TERGANTUNG MODAL & RESIKO TRADING

Hal ini bukan tentang market dan segala sesuatu yang dilakukan market terhadap akun Anda. Jangan memikirkan apa yang akan dilakukan market, tapi tetapkanlah risiko yang sanggup Anda terima akibat pergerakan harga di market. Money Management trading sistem Anda-lah yang akan menuntun Anda untuk keluar dari transaksi melalui “jalan yang benar”.

Trader yang cerdas juga akan selalu membuat jurnal perdagangan yang akan selalu mengupdate ekuitas akun mereka dan seberapa besar risiko yang bisa diperhitungkan dalam satu kali trading.

BACA JUGA:  Cara Membangun Mental Menjadi Seorang Trader Forex Profesional

Sebagai contoh sederhana kita ambil sebuah permisalan seperti ini.

Jika Anda memiliki dana $10,000 pada akun trading dengan batas risiko yang telah diperkirakan maksimal resiko kerugian 2%, ~sebagian trader terkadang memilih resiko 5%, berarti Anda telah menetapkan kerugian maksimal $200 saja pada setiap trading.

Jika Anda membuka posisi menggunakan lot 0.1 maka untuk terkena Stop Loss sebesar $200 akan baru akan Anda alami saat market melawan posisi Anda sebesar 2.000 Pips.

Sehingga pada dasarnya berapa besar jumlah lot trading Anda bukanlah aturan baku yang harus dipatok sekian lot, melainkan dihitung dari prosentase kerugian yang telah Anda perkirakan dari strategi trading yang di gunakan.

Dari contoh perhitungan diatas, tentunya jika dana di akun Anda dari $10.000 telah berkembang menjadi $100.000 maka besar lot sudah bukan 0.1 lot lagi tetapi dihitung kembali rasio kerugian 2% yaitu sebesar $2000 sehingga lot trading Anda menjadi 1 lot.

Begitu pula bagi trader pemula yang baru belajar forex dengan menggunakan dana di akun tradingnya sebesar $1000, dengan resiko 2% yaitu sebesar $20 dengan perkiraan lot trading sekitar 0.01 pada ketahanan 2.000 pips untuk setiap transaksi.

Dengan mengetahui hal ini juga akan mengurangi tingkat stressĀ  jika sewaktu-waktu harga melawan posisi yang telah Anda buka karena sudah diperkirakan jauh sebelum open posisi dilakukan.

Berapapun ukuran lot trading Anda tetapkanlah setidaknya 2% atau 5% batasan risiko sesuai dengan kebutuhan strategi trading Anda. Hal ini akan mencegah Anda untuk membuat transaksi yang terlalu besar yang dapat menghabiskan seluruh dana yang ada di dalam akun trading.

Perlu diketahui, trader profesional yang cerdas tidak akan pernah mengabaikan manajemen risiko seperti yang telah dijelaskan diatas.



SHARE