Pelajaran Terbaik Dari “Ki Hadjar Dewantara” Tentang Strategi Trading Forex

729

Pada tulisan saya kali ini akan mengulas bagaimana kita bisa belajar strategi trading forex menggunakan semboyan ciptaan pahlawan negara kita Ki Hadjar Dewantara.

Beliau adalah seorang orang tokoh pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda yang mengeluarkan semboyan yang sangat terkenal bagi para pelajar di Indonesia.

Secara utuh, semboyan ini dalam bahasa Jawa berbunyi:

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

(Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan)

Hingga sekarang pun semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara Trading Strategi

 

Mungkin sebagian dari traders Indonesia mengatakan:

“Ah, kalo semboyan itu mah saya udah tahu dari kecil. Tapi ndak ada tuh hubungannya dengan trading forex..”

 

Boleh saja berpikiran semacam itu, tetapi setelah Anda membaca artikel ini saya yakin pikiran Anda berubah dan akan mulai memikirkan strategi trading yang sesuai dengan pemikiran atau semboyan Ki Hajar Dewantoro.

Malah bisa jadi Anda akan semakin tertarik untuk menggunakan strategi ini untuk trading forex kemudian mempelajarinya.

Atau barangkali Anda telah mengenal strategi trading ini sebelumnya, hanya saja tidak menyadari ternyata sejalan dengan semboyan salah satu Pahlawan Negara Indonesia.

Traders, mari kita bahas satu persatu semboyan beliau.

 

Ing Ngarso Sung Tulodo

Dalam bahasa Indonesia semboyan ini berarti “Di depan memberi contoh“. Maksudnya adalah memberi contoh atau memberi arahan di depan supaya dapat ditiru kemana akan melangkah.

BACA JUGA:   Berapa Ukuran Lot dan Resiko Trading Forex Yang Tepat?

Tahukah Anda salah satu strategi trading yang memberi arahan di depan?

Strategi trading tersebut adalah Ichimoku, untuk memahaminya lihat gambar dibawah ini.

 

strategi trading forex Ichimoku cloud

 

Dalam strategi trading ichimoku Anda akan melihat Kumo atau Cloud yang selalu berada di depan. Pada pengaturan standar menggunakan 26 periode didepan.

Kumo adalah bagian yang memberi contoh di depan sekaligus memberikan arahan apakah kemungkinan trend bullish atau sedang bearish. Bahkan Kumo ini akan memberitahukan perkiraan trend kedepan apakah berlanjut atau sudah berbalik (reversal).

Jadi Kumo pada Indikator Ichimoku berguna sekali untuk perkiraan ke depan dan Kumo sendiri posisinya berada 26 periode di depan candlestick terakhir.

Bagi seorang trader yang menggunakan strategi trading memakai Ichimoku sangat diajurkan untuk mengikuti arahan dari Kumo. Jika Kumo yang berada di depan tersebut memberitahukan bahwa trend sedang naik (bullish) maka perlu menghindari entri SELL.

 

Ing Madyo Mangun Karso

Semboyan kedua ini memiliki pengertian “Di tengah memberi semangat“. Bagi seorang trader semangat yang dimaksud bukan berarti semangat untuk entri, entri dan entri terus-menerus sampai margin habis.

Semangat disini adalah keyakinan atau kemantapan hati untuk melakukan entri.

Mari kita kembali ke strategi trading Ichimoku, bagian manakah yang memberikan keyakinan seorang trader untuk membuka posisi?

Bagian ini adalah Tenkan-sen dan Kijun-sen

 

Strategi trading forex ichimoku tenkan kijun

 

Tenkan dan Kijun selalu pada periode yang sama dengan candlestick sehingga seringkali menjadi dasar utama seorang trader Ichimoku untuk memulai entri baik BUY maupun SELL.

BACA JUGA:   Cara Membangun Mental Menjadi Seorang Trader Forex Profesional

Meskipun Tenkan dan Kijun merupakan indikator utama untuk trader memulai entri, namun dalam prakteknya seorang trader Ichimoku harus tetap mengikuti arahan yang diberikan oleh Kumo yang bertugas memberi tahukan arah di depan, “ing ngarso sung tulodo” tadi.

 

Tut Wuri Handayani

Tut wuri handayani adalah semboyan ketiga yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Di belakang memberi dorongan“.

Dorongan untuk melakukan entri, dorongan yang memberikan keteguhan dalam hati bahwa trend memang telah berbalik (reversal) atau masih berlanjut.

Dalam strategi trading forex menggunakan ichimoku, bagian yang sesuai dengan semboyan tut wuri Handayani adalah Chikou-span.

Strategi trading forex ichimoku chikou span

 

Bagi sebagian traderĀ  mungkin belum memahami betul bagian ini bahwa Chikou-span memberikan sudut pandang yang lebih jelas kemana arah trend. Chikou-span sangat berguna untuk melakukan cross check antara trend sekarang dengan trend yang terjadi sebelumnya.

Cara melihat Chikuo-span untuk meneguhkan keyakinan dalam melakukan entri yang paling mudah adalah dengan melihat posisinya apakah dibawah atau diatas candlestick.

Pada pengaturan Ichimoku standar, Chikou-span berada 26 periode di belakang posisi harga saat ini, sedangkan Kumo berada 26 periode di depan dari posisi harga saat ini.

 

Akhirnya kita gabung menjadi satu…

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

 

Well, tibalah saatnya kita merangkai ketiganya menjadi satu kesatuan strategi trading yang dibuat sekitar tahuan 1930-an oleh Goichi Hosoda dan dimulai dipublikasikan pada tahun 1960-an.

BACA JUGA:   6 Kunci Rahasia Menjadi Trader Forex Sukses Yang Tersembunyi

 

Strategi trading menggunakan ichimoku

Saya tidak tahu bagaimana Goichi Hosoda dan Ki Hadjar Dewantara memiliki cara pandang yang sama atas suatu persoalan yang mereka hadapi. Goichi Hosoda pada dunia trading dan Ki Hadjar Dewantara pada dunia pendidikan.

Yang pasti keduanya memiliki pemikiran yang brilliant pada bidangnya.

 



DISKUSI FOREX

Please enter your comment!
Please enter your name here