Belajar Trading Forex Menggunakan Teknik Piramida


Dalam menjalankan strategi trading forex, seorang trader dapat menggunakan berbagai strategi yang dianggap menguntungkan pada saat itu.

Pada materi belajar forex kali ini kita akan mengulas salah satu strategi open posisi trading menggunakan teknik piramida.

Strategi Pyramida, ada pula yang menyebut teknik piramida dalam forex trading tujuannya untuk melipat gandakan profit yang didapat.

Cara kerjanya mirip dengan strategi Anti Martingale, yaitu menambah posisi ketika posisi sebelumnya sedang profit dengan alasan dan harapan bahwa market akan terus bergerak sesuai dengan prediksi kita.

Keuntungan menggunakan strategi pyramida ini adalah bahwa dalam satu periode yang terdiri dari beberapa transaksi bisa menghasilkan profit lebih banyak.

Mungkin dalam kehidupan nyata ini disebut ”Aji Mumpung”.

Karena begitu kondisi menguntungkan, kita lakukan transaksi sebanyak banyaknya seolah kesempatannya hanya datang 1 kali.

Mumpung ada kesempatan transaksi sebanyak-banyaknya sehingga keuntungan dapat berlipat-lipat dengan tetap memperhatikan resiko.

Namun, seperti halnya semua strategi trading selalu memiliki sisi positif dan sisi negatif yang perlu diperhatikan adalah pemilihan waktu yang tepat saat menggunakannya.

Apakah ada kelemahannya teknik trading piramida ini?

Tentu saja ada..

Kelemahannya adalah hanya ketika market balik arah atau terjadi reversal, posisi yang terakhir dibuka menjadi rugi,sehingga mengurangi total profit yang didapat.

Perbedaan antara strategi pyramiding dengan strategi anti martingale hanyalah masalah modal yang digunakan.

Pada strategi pyramiding modal yang digunakan untuk setiap transaksi besarnya sama .Sehingga besarnya resiko akibat pembukaan posisi baru sama dengan resiko posisi sebelumnya.

BACA JUGA:  Cara Menentukan Letak Stop Loss Berdasarkan Nilai ATR

 

 

Contoh penggunaan strategi pyramiding :

Saat ini GBP/USD bernilai 1.5500 . Saya memprediksi harga akan naik , oleh karena itu saya membuka posisi Buy di level itu 1.5500 sebesar 1 lot.

Setelah 1 jam ternyata market bergerak naik ke level 1.5525 . Alih-alih saya menutup posisi , saya melakukan analisa.

Dan hasilnya saya memprediksi bahwa akan terjadi trend bullish yang panjang .

Oleh karena itu, karena saat ini sedang profit dan kondisinya bagus, maka saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dengan membuka posisi Buy baru di level 1.5525 sebesar 0.1 lot, kemudian setelah naik lagi saya membuka posisi buy baru lagi di level 1.5550 .

Dengan demikian saat ini saya memiliki 3 buah posisi Buy .

Setelah beberapa saat, kini harga berada dilevel 1.5600, artinya ketiga posisi buy saya profit .lalu saya mnutup ketiga posisi tersebut karena saya memprediksi harga akan balik arah .

 

Dari transaksi di atas profit yang saya dapatkan adalah :

Posisi buy pertama profit sebesar 100 point atau sebesar $100
Posisi buy kedua profit sebesar 75 point atau sebesar $75
Dan posisi ketiga profit sebesar 50 point atau sebesar $50

Sehingga total profit adalah $225 .

Coba bayangkan seeandainya saya tidak melakukan strategi pyramiding, mungkin saya hanya profit sebesar $100 saja.

 

Dua kunci sukses strategi pyramida:

1. Sebelum melakukan pyramiding anda harus memastikan bahwa beberapa saat kedepan akan terjadi trend panjang
2. Segera tutup posisi ketika memprediksi harga akan balik arah.

BACA JUGA:  Pelajaran 11: Jenis Chart Trading Forex dan Cara Membacanya

Dengan demikian strategi piramida ini lebih cocok digunakan pada Time Frame kecil dan wajib dipantau perkembangannya.

Strategi atau teknik trading piramida ini sebaiknya dicoba dahulu di akun demo sebelum menggunakannya di akun riil.

Begitu pula harap berhati-hati pada saat terjadi news karena harga dapat bergerak berlawanan arah dengan sangat cepat dalam hitungan detik sehingga lebih baik tetap memasang stoploss untuk menghindari margin call.



SHARE