Cara Akurat Identifikasi Trend Menggunakan Variasi Moving Averages


Traders, sudahkan Anda tahu bahwa Moving averages memiliki beberapa variasi tipe, Simple, Smoothed dan Exponential. Maka pada artikel belajar trading forex kali ini kita akan mengulas bagaimana cara akurat mengidentifikasi pergerakan arah trend pair mata uang menggunakan variasi moving average tersebut.

Sebenarnya moving average sendiri pada dasarnya bertujuan untuk mengidentifikasi tren harga jangka panjang. Namun kami memahami bahwa sebagian trader cenderung mengikuti pergerakan jangka pendek.

Sebab itulah banyak trader merasa butuh variasi mengenai indikator yang lebih relevan dalam menangani harga-harga saat ini. Exponential Moving Average (EMA) adalah indikator Moving Average (MA) yang difungsikan untuk mengidentifikasi harga dalam waktu dekat.

Variasi dari moving average ini dapat Anda lakukan sendiri pada input dengan cara mengubah dari Simple ke bentuk Exponential Moving Average.

Keuntungan lain adalah fakta bahwa akhir-akhir ini pergerakan suatu pair mata uang cenderung sering berubah-ubah. Dengan memanfaatkan EMA diharapkan trader dapat memenuhi kebutuhan analisis yang cocok akan pergerakan harga saat ini.

 

Variasi tipe indikator moving average

Setiap indikator tentu memiliki sinyal yang adaptif terhadap kondisi harga, sehingga mereka dapat dijadikan pedoman untuk analisis pergerakan harga. Demikian pula halnya dengan MA dan variasinya.

Namun, apa perbedaan dari masing-masing variasi MA? Agar lebih mudah menjawab pertanyaan ini, mari simak grafik di bawah yang akan membandingkan antara MA dan EMA dengan periode 200, sebagai berikut:

BACA JUGA:  Pelajaran 2: Seberapa Besar Ukuran Pasar dan Likuiditas Forex ?

trading forex menggunakan moving average

Dari gambar di atas tampak bahwa terdapat dua warna pada grafik, yakni merah dan hijau. Sementara garis berwarna merah merupakan indikasi dari SMA dengan periode input sebesar 200.

Sedangkan garis berwarna garis hijau adalah indikasi dari EMA dengan periode sama (menggunakan input sebesar 200). Terlihat bahwa meski memiliki periode yang sama, namun fokus masing-masing indikator MA tersebut berbeda.

Jika SMA cenderung memperlakukan setiap harga dengan sama, tidak demikian halnya dengan EMA. Moving Average jenis exponential ini lebih responsif terhadap harga baru. Bila trader memanfaatkan kedua variasi tersebut maka, seperti pada grafik, akan terlihat perpotongan atau persilangan indikator. Di situlah sinyal mulai terjadi.

 

Mengidentifikasi Trend dengan MA

Untuk menentukan suatu trend, trader dapat melihat harga rata-rata pada pergerakan harga. Memang tidak ada fungsi yang lain dari indikator MA kecuali khusus untuk menentukan sebuah trend.

Dan trend ini didapatkan dari perhitungan rata-rata harga pada suatu pair.

Jika pergerakan harga secara konsisten berada di atas MA, maka pergerakan rata-rata akan bergerak ke atas. Pergerakan ke atas mencerminkan terjadinya up-trend, seperti diilustrasikan oleh gambar di bawah.

Bila hal ini terjadi, trader dapat memanfaatkan kesempatan untuk melakukan aksi beli.

cara trading dengan moving average

Sebaliknya, jika pergerakan harga secara konsisten berada di bawah MA maka pergerakan rata-rata akan bergerak ke bawah, yang dapat mencerminkan terjadinya down-trend. Maka pada situasi seperti ini, trader bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan aksi beli.

BACA JUGA:  Kelebihan Kekurangan Trading Forex Menggunakan Indikator RSI

 

cara identifikasi trend dengan moving average

Referensi: DailyFX.com



SHARE