Kelebihan Kekurangan Trading Forex Menggunakan Indikator RSI

371

Pada materi pelajaran trading forex kita kali ini BedahForex akan mengulas kelebihan serta kekurangan trading menggunakan indikator RSI dalam trading forex.

Meskipun RSI sering digunakan dalam trading forex oleh banyak trader forex, namun indikator trading RSI tak lepas dariĀ  kelebihan maupun kekurangan.

Pada dasarnya indikator RSI merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kondisi overbought/oversold, divergence positif/negatif, dan juga momentum pembalikan harga mata uang.

Dan Anda pasti sudah tahu bahwa nilai RSI sendiri selalu berada dalam kisaran 0 (nol) sampai 100.

Berbicara tentang fungsi RSI, rupanya yang paling mendasar adalah untuk mencari sinyal beli ketika garis indikator berada dibawah level 30, dimana harga mungkin akan bergerak mencapai titik oversold.

Untuk itu, perhatikan gambar di bawah ini:

 

kelebihan dan kekurangan indikator RSI

Trading Forex Menggunakan Indikator RSI

Berdasarkan sifatnya, RSI akan mencari dan menentukan kapan pembalikan harga terjadi. Ketika pergerakkan harga berada dibawah level 30, maka ini dinamakan sebagai oversold.

Saat oversold adalah saat yang tepat untuk mencari aksi beli atau buy, karena harga mata uang pada saat itu dalam keadaan bearish (turun).

Kita tunggu hingga garis indikator RSI yang semula berada dibawah level 30 kemudian kembali naik ke atas menembus level 30 maka disitulah kita mengambil aksi beli.

Sementara, ketika pergerakkan harga berada diatas level 70, maka ini dinamakan sebagai overbought. Saat overbought adalah saat yang tepat untuk mencari aksi jual atau sell.

BACA JUGA:  Pelajaran 11: Jenis Chart Trading Forex dan Cara Membacanya

Ketika pasar bergerak, RSI bergerak sesuai dengan harga yang sedang berlangsung pada saat itu. Hal tersebut memang menjadi sifat umum dari indikator.

Oleh karena itu, trader sering menggunakan moment seperti ini, untuk melakukan transaksi dengan indikator RSI.

 

Kekurangan Indikator RSI

Saat trader menggunakan indikator RSI dalam trading perlu diperhatikan bahwa tidak semua kondisi overbought kita boleh melakukan aksi sell dan tidak semua kondisi oversold kita boleh melakukan aksi buy.

Karena jika ada harga baru yang sedang berjalan, kadang kala dapat menyebabkan indikator menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Kalau trader berhasil menemukan open posisi yang tepat, tentu akan sangat menguntungkan, karena harga akan terus berjalan mengikuti trend.

Tapi kalau Anda salah dalam melakukan open posisi, maka Anda akan merugi, karena harga akan bergerak berlawanan dengan arah trend pada saat itu.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi gambar di bawah ini:

 

kelebihan dan kekurangan indikator RSI

Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di atas, harga berada pada posisi up-trend yang kuat dan terdapat empat sinyal jual yang berbeda dari indikator RSI (ditandai dengan lingkaran warna merah).

Terlepas dari sinyal RSI yang muncul, harga/trend akan terus bergerak naik, namun jika pada saat itu trader langsung membuka posisi dengan berdasarkan sinyal jual ini, maka trader akan terjebak dalam trading yang akan terus merugi.

Masalah lain mungkin muncul pada trader yang tidak memasang stop loss dalam tradingnya, kemudian trader tersebut mencoba untuk melakukan aksi jual pada saat pasar sedang overbought, yaitu bergerak dibawah level 70, akibatnya, trader akan mengalami kerugian yang signifikan pada waktu transaksi ditutup.

Ketika melakukan trading dengan menggunakan RSI, trader harus memiliki manajemen risiko yang kuat dengan selalu memasang Stop Loss.

Karena trend dapat sewaktu-waktu berubah, pada satu waktu tertentu, trend bisa berkembang lebih cepat, atau bahkan berbalik arah tanpa kita duga.

BACA JUGA:  Pelajaran 1 : Pengertian dan Maksud dari Forex

Harga juga sewaktu-waktu, dapat melawan transaksi yang telah kita buat. Maka dari itu, gunakanlah manajemen risiko dan uang dengan tepat, untuk meminimalisir kemungkinan trading yang merugi.





DISKUSI FOREX

Please enter your comment!
Please enter your name here