Trik Trading Akurat Menggunakan Pola Bullish Hammer Candlestick

506


Candlestick merupakan alat sekaligus sumber informasi harga yang dapat memberikan pemahaman penting bagi para trader mengenai momentum market. Setelah memahami cara membaca candlestick, trader biasanya mampu mengetahui terjadinya suatu tren atau pembalikan harga.

Pada artikel kali ini, kita akan secara khusus mengamati satu pola candlestick yang dapat membantu kita mengetahui terjadinya pembalikan harga. Teknik trading ini sering disebut sebagai teknik trading Price Action tanpa indikator

Pola Bullish Hammer Candlestick

Candle Bullish Hammer memiliki ciri yang berbeda dari pola candle lainnya yaitu secara khusus menunjukkan selesainya downtrend. Dari gambar di atas, terlihat jelas bahwa candle sudah terlalu lemah untuk meneruskan downtrend.

belajar trading forex dengan bullish hammer

Ketika melakukan trade, sebaiknya Anda baru menggunakan candle setelah harga benar-benar membentuk hammer. Setelah terbentuk lidi yang panjang dengan body yang kecil, maka secara otomatis, hammer sudah dapat diketahui.

Kami perlu mengingatkan bahwa hammer harus memiliki sumbu yang panjangnya, minimal, dua kali panjang body candle. Selain itu, candle akan berubah menjadi biru atau merah tergantung pada kekuatan pembeli atau penjual.

Kadang ada juga hammer lain disekitar candle. Hammer ini cukup membingungkan karena memiliki sumbu yang sama-sama membentuk hammer. Hammer seperti ini terbentuk dari pergerakan harga yang sedang trending.

Setelah tren berakhir biasanya akan muncul pola Hammer yang lebih panjang. Jadi dapat disimpulkan bahwa saat market mengalami tern, bisa saja tiba-tiba muncul hammer.

BACA JUGA:  Pelajaran 2: Seberapa Besar Ukuran Pasar dan Likuiditas Forex ?

trik belajar trading forex dengan tanpa indikator



Cara trading forex menggunakan pola Bullish Hammer

Candle bullish hammer dapat ditemukan pada berbagai time frame. Gambaran di atas merupakan contoh hammer yang tampak pada chart harian AUD/USD. Sejak bulan Februari sampai Juni tanggal 29, AUDUSD mulai rally sebanyak 1276 pips.

Downtrend ini ditutup dengan candle hammer bullish. Kemudian harga kembali rally hingga mencapai 1033 pips.

Candle hammer yang memanjang itu biasanya digunakan trader untuk mengidentifikasi titik jenuh tren saat berada di zona support. Selain itu, trader perlu menambahkan indikator lain untuk seperti garis vibo atau pivot point untuk mempermudah analisa.

Dalam beberapa kasus, candle akan menembus zona support lalu membentuk hammer dengan sumbu candle yang memanjang hingga menembus zona support tersebut.

Dengan adanya sinyal pembalikan harga, trader dapat menempatkan transaksi tepat di bawah titik support. Dengan demikian, harga diharapkan dapat menyentuh order sampai terjadi pembalikan harga yang sebenarnya.

Perbedaan Pola Hammer dengan Pola Hanging Man pada Candlestick

Jika dilihat sesaat pola hammer dan pola hanging man pada candlestick memang hampir memiliki kesamaan bentuk. Namun jangan salah mengartikan kedua pola tersebut, karena keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Jika Pola Hammer yang menandakan Bullish Reversal, biasanya adalah yang memiliki warna candle bearish, umumnya berwarna merah. Selain itu, meskipun bentuknya sama, perbedaan antara hammer dan hanging man bisa juga dikenali dari tren tempat terjadinya kedua pola ini.

BACA JUGA:  Kapan Trend Pair Mata Uang Telah Berubah?

Dengan kata lain, biasanya pola Hammer terjadi sebagai tanda berakhirnya downtrend, sedangkan pola Hanging Man terjadi sebagai tanda berakhirnya uptrend. (Referensi dailyfx.com)