Connect with us

Artikel Trading Forex

Berapa Modal Minimal untuk Memulai Trading Forex?

Published

on

Bagi anda yang baru terjun dalam dunia forex atau istilahnya baru memulai bisnis forex, anda akan mencari tahu berapakah dana awal untuk memulai trading forex.

Mengenai besarnya modal yang dibutuhkan dalam trading forex, sebenarnya harus dihitung dan dimasukan dalam perencanaan trading. Artinya harus dikaitkan dengan strategi apa yang akan digunakan dalam trading serta jenis money management seperti apa yang akan dipakai dalam menjalankan strategi itu serta berapa rupiah atau dollar jumlah keuntungan yang diharapkan.

Namun untuk yang baru mulai bisnis forex ini tentu mungkin belum bisa sampai pada tahap seperti itu. Tapi mengenai penentuan berapa modal forex ini secara umum inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

 

1. Berapa kali transaksi yang ingin dilakukan ?

Cara pandang yang seperti ini memang tidak bagus seolah sudah pasti modal kita akan habis,tapi memang dalam tahap awal trading walaupun kita tidak menginginkan loss tapi kita harus pikirkan bagaimana seandainya modal kita habis.

Jika seandainya kita sudah pasti akan loss dan semua modal kita pasti akan habis , maka manfaat yang bisa kita ambil adalah pengalaman tradingnya. Kita bisa mengambil manfaat dari perasaan telah melakukan trading serta pelajaran dari kesalahan yang dibuat .

Jadi, agar pengalaman trading yang kita dapatkan lebih banyak maka fokusnya adalah mendapatkan kesempatan melakukan transaksi sebanyak mungkin.

Dalam kenyataannya tidak bisa dipungkiri memang bahwa trading forex adalah menghasilkan uang dengan uang melalui sebuah transaksi. Artinya setiap transaksi adalah satu buah kesempatan untuk menghasilkan uang lebih besar. Sehingga bisa disimpulkan bahwa dalam trading forex, modal itu akan kita tukarkan dengan kesempatan, yaitu kesempatan untuk melakukan transaksi yang menghasilkan uang.

Sehingga Modal = Biaya per transaksi X Jumlah kesempatan transaksi

Biaya transaksi adalah modal yang hilang saat melakukan satu kali transaksi. Cara menghitungnya , silahkan buka posisi 1 lot lalu perhatikan berapa perubahan modal untuk setiap satu pips.

Dari situ anda bisa mengalikan antara perubahan modal setiap pips dengan jumlah pips kerugian.

Perhitungannya begini :
Seandainya leverage yang anda gunakan adalah 1:500 maka untuk trading sebesar 1 lot diperlukan margin sebesar $20 , dan setiap harga bergerak 1 pips modal anda akan bertambah atau berkurang sebesar $1 . Dengan target profit 20pips dan stoploss 20 pips maka jika transaksi anda loss , anda kehilangan sebesar $20 .

Jika anda menginginkan 10 kali transaksi sebelum modal anda habis, berarti diperlukan modal sebesar $200 .

 

2. Kepantasan profit yang didapat

Tujuan kita melakukan trading secara kasar adalah untuk mendapatkan penghasilan yang bisa kita nikmati atau yang bisa digunakan memenuhi kebutuhan kita. Apa artinya jika kita trading sehari menghabiskan beberapa jam sedangkan hasilnya tidak bisa dinikmati atau tidak cukup membiayai hidup kita.

Selain itu profesi trader adalah profesi yang kita harapkan menghasilkan lebih banyak uang daripada jumlah yang kita hasilkan sebagai karyawan. Jika saat ini anda karyawan dengan gaji 4 juta perbulan lalu anda memutuskan berhenti bekerja dan beralih menjadi full time trader, apa pantas jika profit sebulan anda hanya sekitar $40 ?

Atau jika saat ini dengan bekerja sebagai karyawan dengan jam kerja 8 jam sehari dengan gaji Rp.4 juta / bulan ,lalu anda trading semalaman sebanyak 8 jam dengan transaksi kecil-kecilan yang hanya menghasilkan $100 / bulan , apa profit yang anda dapatkan itu sebanding dengan waktu anda?

Perlu diingat, trading forex seperti bisnis lainnya. Besar keuntungan yang didapat adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipastikan.

Kita harus berpikir bahwa hasil trading itu harus lebih besar dari gaji anda jika sebagai karyawan karena profesi trader itu setingkat dengan para pengacara, dokter, akuntan dan lainnya yang independen, tidak memiliki atasan dan tidak tergantung pada atasan atau perusahaan.

Selain itu hasil trading harus sepadan dengan waktu yang kita habiskan untuk melakukan trading .Dari pemahaman seperti itu maka kini kita bisa menentukan target profit perbulan .

Selanjutnya tanyakan pada diri kita , apa pantas kita mengharapkan hasil yang besar yang bisa melebihi penghasilan anda jika posisi anda sebagai karyawan sementara anda melakukan transaksi kecil-kecilan ?

Padahal faktor penentu besarnya profit adalah :

1. Ukuran lot per transaksi
2. Jumlah pips yang didapat saat transaksi win
3. Frekuensi transaksi ( jumlah transaksi )

Yang jika dirumuskan , Jumlah Profit = Ukuran lot per transaksi X perubahan modal per pips X jumlah pips yang didapat X frekuensi transaksi

Dari sini bisa disimpulkan bahwa untuk mendapatkan hasil trading yang pantas dinikmati , diperlukan modal yang lebih pantas agar kita bisa melakukan transaksi dengan ukuran lot yang pantas demi tercapainya target profit.

Dengan kata lain, seperti dalam artikel tentang berapa besar profit trader profesional yang telah dibahas sebelumnya ternyata faktanya mereka menargetkan keuntungan tak lebih dari 10% setiap bulan, dan itu sudah terbilang bagus.

Artinya jika mereka menargetkan penghasilan 10 juta rupiah perbulan maka membutuhkan modal trading sebesar 100 juta rupiah pada akun trading mereka.

Sekarang yang menjadi peratanyaan, berapa keuntungan yang Anda harapkan dari trading forex? Hal ini menjadi penentu terbesar berapa jumlah modal trading forex Anda.

 

3. Keamanan dari terkena Margin call

Banyak sekali dari kita yang menganggap bahwa besanya modal menentukan keamanan kita dari terkena margin call atau dari kebangkrutan.

Seolah semakin besar modal kita itu akan semakin aman. Padahal jika kita pahami lebih dalam, saya yakin anda setuju bahwa keamanan itu bisa kita dapat hanya jika kita menguasai ilmu trading forex.

Pendapat bahwa semakin besar modal akan semakin aman ini hanya berlaku untuk trader yang menggunakan money management jenis martingale. Aturan main sistem martingale adalah berapa kalipun loss, berapa banyak pun modal yang hilang selama transaksi terakhirnya win , maka hasilnya adalah profit. Karena itulah semakin besar modal semakin ia bisa melakukan transaksi berkali-kali untuk mendapatkan 1 kali transaksi yang win.

Jadi, untuk anda yang akan trading tidak menggunakan martingale, anda harus yakin bahwa keamanan itu tergantung dari penguasan anda pada ilmu trading. Besarnya modal bisa kita gunakan untuk menahan floating loss dengan jarak stoploss yang wajar, dari kondisi market yang tidak teratur agar saat market kembali bergerak teratur posisi kita masih terbuka dan akan menghasilkan profit.

Itulah pertimbangan untuk menjawab pertanyaan berapa modal forex, jika anda bertanya pada  jumlah modal forex yang sesuai pertimbangan diatas maka menurut kami semua itu tergantung berapa besar keuntungan yang ingin Anda dapatkan.

 

Jadi berapa modal minimal trading forex?

Jika terpaksa harus memberitahukan jumlah berapa modal trading minimal, jawaban kami adalah berapapun jumlahnya tentu bisa untuk trading forex. Namun semua itu berpulang pada tujuan dan besar keuntungan yang ingin diperoleh.

Jika Anda ingin melakukan test drive dari demo ke akun riil pertama kalinya, maka sebaiknya gunakan jenis akun cent terlebih dulu.

Setelah lulus dengan akun cent, dapat dilanjutkan menggunakan akun riil dengan modal sekitar 400$

Alasannya adalah bahwa dengan modal $400 anda punya kesempatan melakukan trading lebih banyak dengan ukuran 0.1 hingga 0.5 lot pertransaksi, dengan begitu profit hasil trading bisa lebih pantas dinikmati, serta dengan equity $400 jarak terkena margin call cukup jauh.

Mungkin anda bertanya seperti ini :

Kenapa tidak menyarankan langsung trading dengan modal forex nya $1000 ? atau sekalian $5000 ?

Maka apakah anda jaminan Anda bisa mengelola modal sebesar itu dan tidak habis?

Kita secara umum perlu menjalankan tahapan untuk menjadi trader profesional, mulailah dengan tahap awal dengan modal kecil terlebih dulu.

Lalu bagaimana jika tidak memiliki modal sebesar yang disarankan ?

Maka sediakan modal sesuai yang bisa Anda siapkan.

Dengan demikian, jika seorang trader pemula yang ingin menjadi trader forex kemudian harus pergi ke bank untuk mengajukan kredit usaha untuk memulai trading forex maka tindakan tersebut kurang tepat. Karena jika hal ini dilakukan kemudian mengalami kerugian, masalah yang dihadapi dapat menjadi sangat serius.

Maka, hanya sediakan modal sesuai yang bisa Anda siapkan. Jika belum ada modal, dapat menabung terlebih dahulu hingga cukup untuk memulai. Atau Anda dapat lebih fokus melatih strategi trading menggunakn akun demo terlebih dahulu sambil menunggu tersedianya modal yang cukup.

Barangkali, menurut pendapat saya modal minimal bentuk keseriusan menganggap ini bisnis adalah $100 atau sebesar deposit minimal yang disarankan broker-broker forex favorit Anda.

Semoga pembahasan ini bermanfaat dan bisa menata kembali dari awal bisnis trading kita sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan usaha kita menekuni trading forex.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Trading Forex

Cara Membedakan Trader Pemula Vs Trader Professional dari Teknik Tradingnya

Published

on

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang tertarik belajar trading forex. Hal ini bisa saja timbul akibat melihat ketertarikan yang dilakukan rekan kerjanya, teman di sosial media atau bahkan dari anggota keluarganya. Biasanya mereka mengatakan betapa mudahnya trading forex tanpa perlu kerja di luar, tanpa perlu merasakan macet.

Kemudian Anda mungkin mencari di sosial media orang-orang yang dapat mengajari trading forex. Seringkali kebanyakan diantara mereka menunjukkan hebatnya profit mereka, dalam satu hari dapat menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Tetapi sebelum Anda terpengaruh oleh cara trading mereka, Anda perlu mengenali apakah mereka trader professional atau trader pemula?

 

Cara Trading Trader Pemula Vs Trader Professional

Jika kita hanya melihat dari data histori trading yang telah dilakukan akan cukup sulit kita mengenali apakah seseorang termasuk trader pemula atau trader professional.

Ketika Anda berada di sosial media, biasanya para trader akan memberikan screenshot chart trading mereka. Jika Anda melihat cara trading seperti gambar dibawah ini, maka trader ini dapat kita kategorikan trader pemula.

Mengapa?

 

 

Perhatikan cara bertransaksi dengan membuka banyak sekali posisi atau sering disebut Over Trading. Jika seorang trader paham betul bahwa transaksi ini memang menguntungkan tidak perlu “memberondong” puluhan transaksi. Ditambah lagi memasang banyak limit order yang sering dikatakan sebagai strategi “jebakan”.

Jika yakin transaksi ini menguntungkan, seharusnya tidak perlu membuka posisi 10 x 0.1 lot, lakukan saja satu kali transaksi sebesar 1 lot.

Pada gambar diatas trader tidak memasang stop loss, hanya ada take profit karena dia yakin dan pasti 100% harga akan naik. Ketahuilah tidak ada yang pasti dalam trading forex, hanya sebatas analisa bisa tepat bisa juga salah. Maka memasang stoploss adalah hal yang wajib dilakukan.

 

Bagaimana trader professional melakukan trading?

Mereka tidak gegabah dan hanya jika menurut analisanya transaksi ini menguntungkan dia akan membuka posisi, satu kali transaksi dengan selalu memasang stoploss.

 

 

Trader professional tahu betul apakah transaksi ini menguntungkan atau sangat menguntungkan. Jika dia telah melakukan analisa dan memiliki keyakinan bahwa transaksi ini sangat menguntungkan bisa jadi dia akan memperbesar ukuran lot tradingnya dalam jumlah yang wajar.

Kita semua tahu bahwa ternyata hanya sekitar 5% saja trader forex yang secara konsisten mendapatkan keuntungan dari trading forex. Dan mereka, yang 5% ini adalah trader professional.

Coba Anda tebak, menurut Anda diantara dua gambar diatas teknik trading yang manakah yang dipakai oleh Bank untuk men-tradingkan uang nasabahnya? Atau yang digunakan trader terkenal sekelas George Soros?

Bahkan Paul Rotter yang sangat ahli scalping saja melakukan satu kalo OP pertransaksi dan segera cutloss jika tenyata harga berbalik arah.

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Penyebab Utama Yang Menghalangi Seseorang Menjadi Trader Sukses

Published

on

Sudah sering diulas di berbagai media mengenai trik dan rahasia menjadi trader sukses. Khususnya menyarankan untuk fokus, menggunakan analisa sendiri, serta disiplin dengan rencana tradingnya. Semua saran tersebut sudah benar dan memang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun yang telah berpengalaman.

Namun, dalam ulasan kali ini akan membahas salah satu penyebab terbesar yang menghalangi seseorang menjadi seorang traders sukses. Penyebab utama ini seolah menjadi “penyakit” terutama bagi trader pemula. Penyakit tersebut adalah Terlalu Percaya Diri dan Kurang Percaya Diri.

 

Terlalu Percaya Diri

Saat pertama kali seseorang trader pemula melihat chart, biasanya terlihat mudah karena hanya dengan menentukan apakah harus “menebak” SELL atau BUY sudah mendapatkan uang. Mudah sekali bukan?

Inilah yang seringkali membuat trader pemula terlalu percaya diri, terlebih ketika melihat akun tradingnya tiba-tiba mendapat keuntungan dua kali lipat dalam satu hari, dari modal 10$ menjadi 20$. Hari berikutnya, si pemula ini melakukan trading dengan uangnya yang 40$ tadi. Dan karena market masih mendukung, berlipat modal menjadi 80$.

 

“Dalam dua hari saja modal 10$ menjadi 80$, bagaimana jika ukuran lot kuperbesar? Pasti bisa beli mobil mewah bulan depan.” Pikirnya

 

Yang akan terjadi mudah sekali ditebak jika ada trader pemula seperti ini, yaitu Margin Call

Terlalu percaya diri ini sering mematikan banyak sekali akun trader yang baru belajar. Itulah mengapa pada dasarnya gratis modal trading yang diberikan broker kepada trader pemula biasanya tidak ada artinya. Karena mereka yakin gratis modal tersebut akan habis karena trader pemula umumnya terlalu percaya diri dan ingin cepat kaya dalam semalam (serakah).

 

Kurang Percaya Diri

Tidak memiliki percaya diri dalam hal ini bisa diartikan sebagai tidak siap dan tidak memiliki mental yang tangguh sebagai seorang trader yang sukses.

Seorang trader pemula biasanya akan mengikut forum atau group di sosial media, sebut saja Facebook. Karena dengan anggapan dengan bergabung ke dalam group akan mendapatkan banyak pelajaran trading forex. Tetapi apakah mereka yakin anggota group tersebut adalah para ahli? ataukah malah sesama pemula yang “sama-sama tak tahu arah?”

Mereka, si Trader Pemula, akan mempelajari berbagai trik dan trik trading di dalam group tersebut. Semakin banyak anggota group biasanya semakin banyak metode trading yang dibagikan, tentu pada akhirnya trading forex menjadi semakin rumit padahal hanya BUY atau SELL saja.

Selama Trader Pemula hanya “ikut-ikutan” metode trading yang dibagikan di group tanpa memahami ilmunya secara mendalam, bisa dipastikan dia tidak akan pernah berhasil menjalani profesi sebagai trader. Sebaiknya dia menentukan metode trading seperti apakah yang cocok dengan dirinya. Trader pemula ini bisa memilih salah satu metode trading yang paling sesuai, diantaranya Price Action, Swing Trading, Trend Following, Counter Trend, Scalper dan sebagainya.

Masing-masing metode trading forex umumnya tidak dapat dipadukan dengan metode trading yang lain. Sehingga trader pemula harus dengan percaya diri untuk memilih dan mendedikasikan pada satu metode trading. Ikut-ikutan metode trading yang “katanya” sangat menguntungkan sama sekali tidak berguna jika tidak sesuai dengan metode trading yang telah dipilih.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya setiap metode yang telah disebutkan diatas adalah metode yang memang telah terbukti menguntungkan. Ini sama seperti memilih apakah harus mempelajari bela diri TaeKwonDo, Karate, Aikido atau Pencak Silat yang kesemuanya terbukti dapat menjadikan seseorang mampu menjadi petarung hebat jika mendedikasikan waktunya hanya untuk satu jenis bela diri.

Jadi, dalam trading forex – dan dalam banyak hal pada umumnya – terlalu percaya diri dan kurang percaya diri sama-sama merupakan hal buruk bagi trader. Seperti kata pepatah yang mengatakan terlalu banyak sama buruknya dengan terlalu sedikit.

Dengan demikian yang perlu dilakukan adalah dedikasikan pada satu metode trading. Untuk mengurangi kurang percaya diri, maka yakinlah setiap metode yang ada sudah terbukti menguntungkan. Untuk menjaga agar tidak terlalu percaya diri, maka percayalah pada apa yang terlihat di dalam chart bukan alasan pribadi.

Satu hal yang perlu diingat, teruslah mempelajari metode trading yang telah dipilih sehingga semakin ahli dengan metode tersebut. Ingatlah, sebagaimana dalam setiap profesi, maka pengalaman trading juga merupakan hal paling penting.

 

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Tips Kelola Emosi Saat Trading Forex Menggunakan Pending Order

Published

on

Traders, mengelola emosi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun trader senior.

Emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol dapat merusak psikologi trading yang selama ini sedang dibangun dengan sangat baik. Jika ini terjadi maka segera kembali ke jalur yang benar.

Yang perlu Anda perhatikan adalah agar tidak melakukan trading saat sedang emosi karena pada saat Anda sedang emosi karena dapat mempengaruhi ketelitian pada saat melakukan analisa.

Bahkan banyak literatur menyarankan untuk tidak menyentuh metatrader sama sekali dan jangan melihat chart pada saat hati sedang emosi.

Meski untuk beberapa kasus sebetulnya tidak harus seekstrim itu jika kita tahu cara mengantisipasi hal ini, kecuali nafsu “balas dendam” dan nafsu “keserakahan” telah menguasai jiwa Anda.

Maka dari itu, pada pelajaran trading forex kita kali ini kita akan mengulas cara mengatur emosi saat trading forex dengan menggunakan pending order.

Dengan menggunakan pending order berarti Anda sudah mengantisipasi open posisi sembarangan yang sering dilakukan trader saat gejolak emosi meningkat.

Keserakahan adalah musuh terbesar seorang trader forex

Seorang trader rentan mengalami pergolakan emosi akibat trading yang dilakukannya setiap hari. Emosi dan psikologis seseorang khususnya seorang trader sedikit banyak dipengaruhi oleh rasa takut dan rasa khawatir.

Kegagalan dalam mengelola emosi secara efektif dan konsisten dapat menyebabkan bencana dalam trading Anda. Artikel ini akan memberikan Anda tips bagaimana cara mengantisipasi emosi-emosi negatif yang sekiranya berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi akun Anda.

Emosi Ingin Balas Dendam

Faktor nomor satu penyebab frustasi dalam trading, tak lain dan tak bukan adalah kerugian. Kerugian pada dasarnya disebabkan oleh keserakahan dalam mengambil poin di dalam perdagangan. Salah satu hal yang memicu keserakahan adalah keinginan untuk balas dendam pada market untuk mendaptkan keuntungan.

Untuk menghindari hal-hal semacam itu, pertimbangkanlah masak-masak keputusan Anda untuk melakukan open posisi supaya tidak salah arah. Selain itu, memiliki rencana trading sebelum melakukan eksekusi pada market adalah hal yang perlu dilakukan oleh trader.

Sebagai contoh, perhatikan grafik harian dari AUDUSD berikut ini. Jika Anda menganalisanya secara mendalam tanpa ada rasa keserakahan, Anda dapat menghindari perdagangan yang merugikan bila harga baru berada di daerah 1,0450.

Emosi Muncul Karena Takut Merugi

Salah satu cara untuk membantu mengatasi rasa takut akan mengalami kerugian dalam perdagangan adalah dengan memahami dan menggunakan signal dari indikator. Signal akan bereaksi ketika harga mulai ada pergerakan, sehingga Anda dapat memiliki garis suppot/resisten, Fibonacci, atau Donchian.

Jika rasa takut berlebihan Anda dapat memperkecil ukuran lot trading Anda, karena ketakukan bisa timbul karena Anda mencoba me-resiko-kan melebihi apa yang mampu Anda tanggung.

Solusi Dengan Memasang Pending Order Yang Tepat

Anda dapat menggunakan order pending sebagai strategi yang tepat. Jika harga tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, maka order pada transaksi tidak dapat dieksekusi.

Dengan begitu, lakukanlah pending order pada momen yang tepat agar untuk meghindarkan akun Anda dari kerugian.

Apapun metode yang Anda pilih, melakukan open order ke harga yang sesuai akan mampu memberikan rasa nyaman pada trading.

Ketika transaksi sudah dilakukan, Anda cukup melihat apakah harga sudah menyentuh pending order atau belum, bila belum maka Anda hanya perlu menunggu sedikit lebih lama dalam beberapa waktu.

Semakin harga berjalan sesuai arah prediksi Anda, maka semakin besar peluang pending order berubah menjadi profit.

Semua hal di atas adalah salah satu cara untuk mengantipasi kerugian trading secara teknis. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ingin selalu mendapatkan lebih dari apa yang sudah didapat, maka hati-hatilah, bisa saja keserakahan sedang merasuki perasaan Anda.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2015 - 2019 BedahForex.com