Harga Emas Mengalami Kenaikan, sementara Dolar AS Turun

24


Harga spot emas mengalami kenaikan di awal perdagangan Asia pada Rabu, namun kenaikan yang terjadi tidak cukup signifkan.

Hal ini dimungkinkan terjadi setelah Dolar AS dan Treasury Yields jatuh di tengah kekhawatiran mengenai perdagangan global setelah Amerika Serikat memukul impor sekutunya dengan tarif yang besar dan kuat.

Spot emas naik 0,2 persen pada $ 1,297.64 per ons pada $ 1,297.64 per ounce.

Emas berjangka Amerika untuk pengiriman Agustus stabil $ 1,301.80 ons sedangkan Indeks dolar, turun 0,1 persen pada 93,829.

Imbal hasil Treasury Amerika Serrikat anjlok pada Selasa karena para trader secara berbondong-bondong kembali ke utang pemerintah dengan berisiko lebih kecil setelah perdana menteri baru Italia berjanji akan memperkenalkan kebijakan ekonomi yang dapat membuat beban utang negara yang sudah berat itu membengkak lebih besar.



Di sisi lain, residen AS Donald Trump sedang mempertimbangkan perubahan dalam upaya untuk merombak Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara, demikian kata penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada hari Selasa.

Disamping itu, Meksiko berupaya memukul balik kebijakan Trump dengan tarif impor pada produk-produk Amerika mulai dari baja untuk babi dan bourbon pada hari Selasa, pembalasan terhadap pungutan impor pada logam yang dikenakan oleh Donald Trump dan membidik kubu Republik sebelum pemilihan kongres AS pada bulan November.

Uni Eropa tidak mengantisipasi adanya terobosan pada tarif baja dan aluminium yang diberlakukan oleh AS di Uni Eropa dan Kanada pada pembicaraan para pemimpin G7 di Kanada akhir pekan ini, kata seorang pejabat tinggi Uni Eropa .

BACA JUGA:  Keyakinan Ekonomi Zona Euro Menurun di Bulan Februari