Saham Asia Naik ke Level Tertinggi Dalam Satu Dekade


Berita Ekonomi – Traders, saham-saham di Asia naik ke level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, salah satunya Nikkei Jepang naik pada penutupan terbaik sejak 1992 di hari Selasa 7 November 2017.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,1 persen menjadi 94.847. Greenback naik 0,4 persen terhadap Yen menjadi 114,12 namun tetap dibawah level puncak delapan bulan di 114,737 yang ditandai pada satu sesi sebelumnya.

Euro turun 0,1 persen menjadi $1.1597. Imbal hasil AS yang lebih rendah juga membebani dolar, meskipun naik di hari Selasa dan setara dengan pasar ekuitas yang ringan.

Saham Indeks Asia Pasifik MSCI diluar Jepang memperluas kenaikan awal, naik 0,7 persen ke level tertinggi sejak November 2007.

Standar acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,7 persen, terkait ekspektasi pendapatan kuat dari pelaku usaha di Jepang.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik satu persen di hampir 10 tahun, didukung oleh harga komoditi yang lebih tinggi.

Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di level rendah untuk rapat kebijakan ke-14 berturut-turut pada hari Selasa seperti yang diperkirakan, dan menandakan akan tetap sideline untuk satu bulan mendatang ditengah inflasi rendah yang terus terjadi.

Sementara itu, saham minyak mentah WTI AS turun hampir 4 sen di $57,31 per barel. Kontrak saham naik 3 persen di hari Senin 6 November 2017. Ini merupakan kenaikan persentase terbesar sejak akhir September.

BACA JUGA:  Manufaktur Jepang Tumbuh Terkuat Sejak Maret 2014

Sementara itu, saham minyak mentah Brent turun 5 sen di $64,22.

Standar acuan internasional ditutup 3,5 persen lebih tinggi di hari Senin, juga menunjukkan kenaikan terbesar sekitar enam minggu.



SHARE