Harga Emas Kembali Merosot Seiring Menguatnya Mata Uang Dollar A.S


Harga emas turun selama dua sesi berturut-turut pada hari Selasa seiring dengan penguatan dolar, dan imbal hasil obligasi AS naik.

Emas turun 0,3 persen menjadi $ 1,335.93 per ounce setelah turun 0,7 persen pada hari Senin. Emas berjangka untuk AS turun 0,4 persen menjadi $ 1,334.20 per ounce.

Harga emas bulan ini sempat naik 2,5 persen, terutama karena pelemahan nilai dolar.

Greenback mencatatkan penurunan selama enam pekan berturut-turut, mencapai level rendah selama tiga tahun pada Jumat dan mengarah ke penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2016.

Para trader saat ini sedang menunggu pertemuan Federal Reserve System yang menjadi salah satu indikasi adanya kenaikan suku bunga tahun ini.

Harga emas naik lebih dari 8 persen setelah pertemuan Fed terakhir di bulan Desember. Revaluasi (repricing) tak terduga di pasar obligasi global mengejutkan pertumbuhan pasar emas, yang menyebabkan trader melakukan aksi ambil untung, kata Stephen Innes, chief sales officer APAC untuk OANDA.

Spot emas bisa menembus support di $ 1,335 per ounce dan jatuh lebih dalam ke support berikutnya di $ 1316, seperti yang ditunjukkan pada model gelombang dan analisis fibonacci retracement, menurut analis teknikal Reuters Wang Tao.

Saham SPDR Gold Trust, pemegang emas terbesar di dunia, turun 0,17 persen menjadi 846,67 ton pada Senin dari 848,14 ton pada Jumat.

Di antara logam mulia lainnya, perak meningkat sebesar 0,1 persen menjadi $ 17,15 per ounce.

BACA JUGA:  Harga Emas Turun Akibat Kekuatiran Inflasi Fed

Platinum turun 0,5 persen menjadi $ 998,50 setelah jatuh ke level terendah sejak 23 Januari di $ 993,74. Palladium turun 0,2 persen menjadi 1,083.97 dolar.



SHARE