Connect with us

Artikel Trading Forex

Cara Menjadi Trader Forex Tanpa Harus Alami Stress

Published

on

Tips Cara Menjadi Trader Forex Tanpa Harus Mengalami Stress berikut ini sangat berguna bagi trader forex yang selama ini masih merasakan stress saat melakukan trading.

Atau trading forex yang didambakan menghasilkan keuntungan banyak namun membuat Anda jadi galau karena sering mengalami rugi?Atau sering mengalami emosi labil pada saat floating minus?

Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi dan mungkin tips cara menjadi trader forex tanpa stress kali ini dapat membantu.

Yang perlu Anda garis bawahi, forex adalah bisnis. Ingat sekali lagi bahwa forex adalah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan.

Jadi Anda tidak sepatutnya merasakan stress hanya gara-gara mengalami floating atau Margin Call. Suatu bisnis yang jika dilakukan dengan baik dan benar, semestinya akan ada hasil keuntungan yang bisa diraih.

Jika Anda merasa tertekan saat trading forex berarti ada sesuatu yang salah.

Setiap masalah memiliki setidaknya satu alasan, dan seharusnya stres yang dialami seorang trader tidak perlu berlarut-larut.

Beberapa tips untuk meminimalkan stress saat trading forex antara lain:

Jangan Mengambil Risiko Terlalu Besar

Mengetahui perdagangan sudah seharusnya memahami risiko yang akan dihadapi.

Jika Anda mengatakan kalau market dapat diatasi dengan ketahanan 1000 pips, maka fokuskan supaya akun Anda dapat bertahan dengan kekuatan 1000 pips tersebut.

 

Jadi, jangan membuka transaksi terlalu banyak sehingga menimbulkan stress terhadap trading Anda.

 

Memang biasanya trading dengan membuka transaksi terlalu banyak dapat berjalan mulus dan normal, namun ketika pada saat terjadi kekeliruan fatal dapat menyebabkan trading Anda akan hilang dan musnah.

Itulah sebabnya jangan biarkan akun Anda menggunakan risiko yang sangat besar.

[ads1]

Selalu Pasang Stop-Loss

Nah, salah satu bukti bahwa sebagian besar trader forex adalah seorang pecundang salah satunya tidak mau mendapat kerugian.Tidak bersedia memasang stop loss merupakan salah satu alasannya.

Padahal persepsi tentang kerugian tidak sepenuhnya terjadi pada transaksi trading.

Bahkan secara global, masih terdapat keuntungan yang bisa diperoleh untuk digunakan dalam trading selanjutnya.

Hal ini jauh lebih baik daripada akun Anda terkena sunami Margin Call.

Memang terkesan aneh jika hanya karena satu dua perdagangan saja sudah merasa risau dengan adanya cut loss atau terkena stop loss.

Jika kita tinjau lebih jauh lagi, maka transaksi yang Anda fokuskan bukan pada satu atau dua transaksi melainkan lihat secara global berapa keuntungan yang sudah didapatkan dan berapa pula kerugian yang sudah diderita.

Dari hasil tersebut, dapat Anda lakukan kalkulasi. Cobalah untuk mengkalkulasi hasilnya dalam priode bulanan misalnya.

Jika dalam kalkulasi bulanan tersebut lebih banyak rugi maka Anda harus berbenah diri. Itulah fungsi dari adanya kerugian. Bukan tidak rela cut loss gara-gara merasa rugi.

Hal inilah yang menyebabkan trading Anda merasa sulit. Sulit untuk melakukan konsistensi profit atau sulit untuk melakukan pembukaan open posisi.

Bahkan Anda akan kesulitan dalam keluar perdagangan. Dibutuhkan pengorbanan untuk rela dan mengikhlaskan akun yang tidak profit.

 

Miliki Sumber Pendapatan Lain

Trader yang nekad adalah trader yang baru belajar forex sudah memutuskan untuk terjun secara total.

Padahal mayoritas trader forex di Indonesia adalah seorang pegawai atau pengusaha, sudah mendapat gaji yang besar dari perusahaan atau dapat untung dalam berbisnis.

Jika Anda nekad membuang sumber penghasilan sebelumnya dan beralih total menjadi trading forex, maka trading Anda tidak akan mulus. Bahkan cenderung merugi terus menerus.

Salah satunya karena masih belum berpengalaman dalam dunia trading.

Untuk itu jangan terburu-buru memutuskan kontrak kerja (resign) sebelum Anda mampu konsisten memperoleh keuntungan dalam forex trading.

Sehingga pada saat Anda mengalami kerugian di forex tetap mendapat gaji atau pendapatan dari sumber lain.

Ketika Anda mengalami kerugian, gaji inilah yang dapat diandalkan. Mungkin saat ini tidak terlalu penting, tapi suatu saat ketika Anda mengalami kerugian, honor tersebut akan menjadi sangat berharga untuk mencukupi kebutuhan diri Anda dan keluar.

Atau bahkan Anda tidak perlu membuang pekerjaan ataupun bisnis yang lama jika menggunakan strategi trading forex menggunakan time frame 4 jam atau harian.

Kami percaya dengan artikel ini Anda telah mendapatkan pengetahuan bagaimana cara agar dapat mengurangi tingkat tress Anda saat menjalani profesi sebagai seorang trader forex. Trader yang sudah dapat mengatus kondisi emosi mereka adalah ciri seorang trader sukses.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Trading Forex

Cara Membedakan Trader Pemula Vs Trader Professional dari Teknik Tradingnya

Published

on

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang tertarik belajar trading forex. Hal ini bisa saja timbul akibat melihat ketertarikan yang dilakukan rekan kerjanya, teman di sosial media atau bahkan dari anggota keluarganya. Biasanya mereka mengatakan betapa mudahnya trading forex tanpa perlu kerja di luar, tanpa perlu merasakan macet.

Kemudian Anda mungkin mencari di sosial media orang-orang yang dapat mengajari trading forex. Seringkali kebanyakan diantara mereka menunjukkan hebatnya profit mereka, dalam satu hari dapat menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Tetapi sebelum Anda terpengaruh oleh cara trading mereka, Anda perlu mengenali apakah mereka trader professional atau trader pemula?

 

Cara Trading Trader Pemula Vs Trader Professional

Jika kita hanya melihat dari data histori trading yang telah dilakukan akan cukup sulit kita mengenali apakah seseorang termasuk trader pemula atau trader professional.

Ketika Anda berada di sosial media, biasanya para trader akan memberikan screenshot chart trading mereka. Jika Anda melihat cara trading seperti gambar dibawah ini, maka trader ini dapat kita kategorikan trader pemula.

Mengapa?

 

 

Perhatikan cara bertransaksi dengan membuka banyak sekali posisi atau sering disebut Over Trading. Jika seorang trader paham betul bahwa transaksi ini memang menguntungkan tidak perlu “memberondong” puluhan transaksi. Ditambah lagi memasang banyak limit order yang sering dikatakan sebagai strategi “jebakan”.

Jika yakin transaksi ini menguntungkan, seharusnya tidak perlu membuka posisi 10 x 0.1 lot, lakukan saja satu kali transaksi sebesar 1 lot.

Pada gambar diatas trader tidak memasang stop loss, hanya ada take profit karena dia yakin dan pasti 100% harga akan naik. Ketahuilah tidak ada yang pasti dalam trading forex, hanya sebatas analisa bisa tepat bisa juga salah. Maka memasang stoploss adalah hal yang wajib dilakukan.

 

Bagaimana trader professional melakukan trading?

Mereka tidak gegabah dan hanya jika menurut analisanya transaksi ini menguntungkan dia akan membuka posisi, satu kali transaksi dengan selalu memasang stoploss.

 

 

Trader professional tahu betul apakah transaksi ini menguntungkan atau sangat menguntungkan. Jika dia telah melakukan analisa dan memiliki keyakinan bahwa transaksi ini sangat menguntungkan bisa jadi dia akan memperbesar ukuran lot tradingnya dalam jumlah yang wajar.

Kita semua tahu bahwa ternyata hanya sekitar 5% saja trader forex yang secara konsisten mendapatkan keuntungan dari trading forex. Dan mereka, yang 5% ini adalah trader professional.

Coba Anda tebak, menurut Anda diantara dua gambar diatas teknik trading yang manakah yang dipakai oleh Bank untuk men-tradingkan uang nasabahnya? Atau yang digunakan trader terkenal sekelas George Soros?

Bahkan Paul Rotter yang sangat ahli scalping saja melakukan satu kalo OP pertransaksi dan segera cutloss jika tenyata harga berbalik arah.

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Penyebab Utama Yang Menghalangi Seseorang Menjadi Trader Sukses

Published

on

Sudah sering diulas di berbagai media mengenai trik dan rahasia menjadi trader sukses. Khususnya menyarankan untuk fokus, menggunakan analisa sendiri, serta disiplin dengan rencana tradingnya. Semua saran tersebut sudah benar dan memang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun yang telah berpengalaman.

Namun, dalam ulasan kali ini akan membahas salah satu penyebab terbesar yang menghalangi seseorang menjadi seorang traders sukses. Penyebab utama ini seolah menjadi “penyakit” terutama bagi trader pemula. Penyakit tersebut adalah Terlalu Percaya Diri dan Kurang Percaya Diri.

 

Terlalu Percaya Diri

Saat pertama kali seseorang trader pemula melihat chart, biasanya terlihat mudah karena hanya dengan menentukan apakah harus “menebak” SELL atau BUY sudah mendapatkan uang. Mudah sekali bukan?

Inilah yang seringkali membuat trader pemula terlalu percaya diri, terlebih ketika melihat akun tradingnya tiba-tiba mendapat keuntungan dua kali lipat dalam satu hari, dari modal 10$ menjadi 20$. Hari berikutnya, si pemula ini melakukan trading dengan uangnya yang 40$ tadi. Dan karena market masih mendukung, berlipat modal menjadi 80$.

 

“Dalam dua hari saja modal 10$ menjadi 80$, bagaimana jika ukuran lot kuperbesar? Pasti bisa beli mobil mewah bulan depan.” Pikirnya

 

Yang akan terjadi mudah sekali ditebak jika ada trader pemula seperti ini, yaitu Margin Call

Terlalu percaya diri ini sering mematikan banyak sekali akun trader yang baru belajar. Itulah mengapa pada dasarnya gratis modal trading yang diberikan broker kepada trader pemula biasanya tidak ada artinya. Karena mereka yakin gratis modal tersebut akan habis karena trader pemula umumnya terlalu percaya diri dan ingin cepat kaya dalam semalam (serakah).

 

Kurang Percaya Diri

Tidak memiliki percaya diri dalam hal ini bisa diartikan sebagai tidak siap dan tidak memiliki mental yang tangguh sebagai seorang trader yang sukses.

Seorang trader pemula biasanya akan mengikut forum atau group di sosial media, sebut saja Facebook. Karena dengan anggapan dengan bergabung ke dalam group akan mendapatkan banyak pelajaran trading forex. Tetapi apakah mereka yakin anggota group tersebut adalah para ahli? ataukah malah sesama pemula yang “sama-sama tak tahu arah?”

Mereka, si Trader Pemula, akan mempelajari berbagai trik dan trik trading di dalam group tersebut. Semakin banyak anggota group biasanya semakin banyak metode trading yang dibagikan, tentu pada akhirnya trading forex menjadi semakin rumit padahal hanya BUY atau SELL saja.

Selama Trader Pemula hanya “ikut-ikutan” metode trading yang dibagikan di group tanpa memahami ilmunya secara mendalam, bisa dipastikan dia tidak akan pernah berhasil menjalani profesi sebagai trader. Sebaiknya dia menentukan metode trading seperti apakah yang cocok dengan dirinya. Trader pemula ini bisa memilih salah satu metode trading yang paling sesuai, diantaranya Price Action, Swing Trading, Trend Following, Counter Trend, Scalper dan sebagainya.

Masing-masing metode trading forex umumnya tidak dapat dipadukan dengan metode trading yang lain. Sehingga trader pemula harus dengan percaya diri untuk memilih dan mendedikasikan pada satu metode trading. Ikut-ikutan metode trading yang “katanya” sangat menguntungkan sama sekali tidak berguna jika tidak sesuai dengan metode trading yang telah dipilih.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya setiap metode yang telah disebutkan diatas adalah metode yang memang telah terbukti menguntungkan. Ini sama seperti memilih apakah harus mempelajari bela diri TaeKwonDo, Karate, Aikido atau Pencak Silat yang kesemuanya terbukti dapat menjadikan seseorang mampu menjadi petarung hebat jika mendedikasikan waktunya hanya untuk satu jenis bela diri.

Jadi, dalam trading forex – dan dalam banyak hal pada umumnya – terlalu percaya diri dan kurang percaya diri sama-sama merupakan hal buruk bagi trader. Seperti kata pepatah yang mengatakan terlalu banyak sama buruknya dengan terlalu sedikit.

Dengan demikian yang perlu dilakukan adalah dedikasikan pada satu metode trading. Untuk mengurangi kurang percaya diri, maka yakinlah setiap metode yang ada sudah terbukti menguntungkan. Untuk menjaga agar tidak terlalu percaya diri, maka percayalah pada apa yang terlihat di dalam chart bukan alasan pribadi.

Satu hal yang perlu diingat, teruslah mempelajari metode trading yang telah dipilih sehingga semakin ahli dengan metode tersebut. Ingatlah, sebagaimana dalam setiap profesi, maka pengalaman trading juga merupakan hal paling penting.

 

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Tips Kelola Emosi Saat Trading Forex Menggunakan Pending Order

Published

on

Traders, mengelola emosi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun trader senior.

Emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol dapat merusak psikologi trading yang selama ini sedang dibangun dengan sangat baik. Jika ini terjadi maka segera kembali ke jalur yang benar.

Yang perlu Anda perhatikan adalah agar tidak melakukan trading saat sedang emosi karena pada saat Anda sedang emosi karena dapat mempengaruhi ketelitian pada saat melakukan analisa.

Bahkan banyak literatur menyarankan untuk tidak menyentuh metatrader sama sekali dan jangan melihat chart pada saat hati sedang emosi.

Meski untuk beberapa kasus sebetulnya tidak harus seekstrim itu jika kita tahu cara mengantisipasi hal ini, kecuali nafsu “balas dendam” dan nafsu “keserakahan” telah menguasai jiwa Anda.

Maka dari itu, pada pelajaran trading forex kita kali ini kita akan mengulas cara mengatur emosi saat trading forex dengan menggunakan pending order.

Dengan menggunakan pending order berarti Anda sudah mengantisipasi open posisi sembarangan yang sering dilakukan trader saat gejolak emosi meningkat.

Keserakahan adalah musuh terbesar seorang trader forex

Seorang trader rentan mengalami pergolakan emosi akibat trading yang dilakukannya setiap hari. Emosi dan psikologis seseorang khususnya seorang trader sedikit banyak dipengaruhi oleh rasa takut dan rasa khawatir.

Kegagalan dalam mengelola emosi secara efektif dan konsisten dapat menyebabkan bencana dalam trading Anda. Artikel ini akan memberikan Anda tips bagaimana cara mengantisipasi emosi-emosi negatif yang sekiranya berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi akun Anda.

Emosi Ingin Balas Dendam

Faktor nomor satu penyebab frustasi dalam trading, tak lain dan tak bukan adalah kerugian. Kerugian pada dasarnya disebabkan oleh keserakahan dalam mengambil poin di dalam perdagangan. Salah satu hal yang memicu keserakahan adalah keinginan untuk balas dendam pada market untuk mendaptkan keuntungan.

Untuk menghindari hal-hal semacam itu, pertimbangkanlah masak-masak keputusan Anda untuk melakukan open posisi supaya tidak salah arah. Selain itu, memiliki rencana trading sebelum melakukan eksekusi pada market adalah hal yang perlu dilakukan oleh trader.

Sebagai contoh, perhatikan grafik harian dari AUDUSD berikut ini. Jika Anda menganalisanya secara mendalam tanpa ada rasa keserakahan, Anda dapat menghindari perdagangan yang merugikan bila harga baru berada di daerah 1,0450.

Emosi Muncul Karena Takut Merugi

Salah satu cara untuk membantu mengatasi rasa takut akan mengalami kerugian dalam perdagangan adalah dengan memahami dan menggunakan signal dari indikator. Signal akan bereaksi ketika harga mulai ada pergerakan, sehingga Anda dapat memiliki garis suppot/resisten, Fibonacci, atau Donchian.

Jika rasa takut berlebihan Anda dapat memperkecil ukuran lot trading Anda, karena ketakukan bisa timbul karena Anda mencoba me-resiko-kan melebihi apa yang mampu Anda tanggung.

Solusi Dengan Memasang Pending Order Yang Tepat

Anda dapat menggunakan order pending sebagai strategi yang tepat. Jika harga tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, maka order pada transaksi tidak dapat dieksekusi.

Dengan begitu, lakukanlah pending order pada momen yang tepat agar untuk meghindarkan akun Anda dari kerugian.

Apapun metode yang Anda pilih, melakukan open order ke harga yang sesuai akan mampu memberikan rasa nyaman pada trading.

Ketika transaksi sudah dilakukan, Anda cukup melihat apakah harga sudah menyentuh pending order atau belum, bila belum maka Anda hanya perlu menunggu sedikit lebih lama dalam beberapa waktu.

Semakin harga berjalan sesuai arah prediksi Anda, maka semakin besar peluang pending order berubah menjadi profit.

Semua hal di atas adalah salah satu cara untuk mengantipasi kerugian trading secara teknis. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ingin selalu mendapatkan lebih dari apa yang sudah didapat, maka hati-hatilah, bisa saja keserakahan sedang merasuki perasaan Anda.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2015 - 2019 BedahForex.com