Connect with us

Strategi Trading Forex

Cara Trading Forex Akurat Menggunakan Beragam Time Frame

Published

on

Cara Trading forex menggunakan beragam time frame jarang sekali diulas di website namun metode trading ini dapat menjadikan OP Anda lebih akurat dari sebelumnya. Ingin tahu caranya? Pada artikel ini kita akan belajar lebih lengkap bagaimana cara trading menggunakan tiga time frame.

Traders, pergerakan harga pada masing-masing time frame selalu berubah secara bersamaan namun membentuk susunan atau formasi candlestick yang berbeda. Begitu pula yang terjadi pada indikator trading yang memiliki kondisi yang berbeda pada setiap time frame.

Sebagai contoh perhatikan gambar candlestick dibawah ini.

Pada Time Frame H1, kita ambil contoh 2 candlestick Bearish dan Bullish berjajar seperti pada gambar diatas paling kanan. Jika dilihat di Time Frame M30 sebetulnya terjadi formasi yang terdiri dari empat candlestick dengan dominan Bearish Candle (gambar tengah). Begitu pula jika 2 candlestick pada Time Frame H1 dilihat pada Time Frame M15 akan terlihat susunan 8 candlestick (gambar paling kiri).

Dengan cara trading menggunakan beberapa time frame akan membuat OP dan TP semakin akurat untuk memperoleh harga paling optimal.

Cara seperti ini dapat menyulitkan bagi sebagian trader yang tidak mengerti bagaimana memanfaatkan metatrader untuk trading menggunakan beragam time frame. Biasanya cara ini dilakukan dengan klik tombol time frame, sangat merepotkan.

 

 

Kali ini kami akan memberikan cara mudah untuk Anda yang ingin mengetahui cara mudah mengatur metatrader untuk trading akurat dengan beragam time frame.

 

Cara mengatur Metatrader untuk trading dengan beragam time frame

Untuk memudahkan trading forex dengan menggunakan beragam time frame kita perlu mengatur chart pada aplikasi metatrader. Lakukan 2 langkah mudah berikut ini:

Langkah I

Pasang 3 chart window, dalam contoh ini kita menggunakan chart AUD/USD. Setting ketiga chart AUD/USD tersebut dengan 3 time frame berbeda, misalkan M15, M30 dan H1

 

 

Untuk memastikan setting time frame sudah benar, lihat pada bagian bawah chart metatrader Anda apakah tampak informasi time frame berbeda-beda seperti dibawah ini. Jika sudah benar, lanjutkan ke langkah 2.

 

 

Langkah 2

Cari pada bagian atas aplikasi metatrader, temukan gambar dibawah ini kemudian klik tombol seperti pada gambar. Dengan klik tombol tersebut bertujuan untuk menampilkan semua 3 chart tadi dalam satu window.

 

 

Alhasil, chart trading metatrader Anda akan tampak seperti dibawah ini yang menggambarkan chart candlestick pada time frame yang berbeda beda.

 

 

Dengan melihat chart pada beragam time frame, cara membaca formasi candlestick untuk Anda yang menggunakan trading menggunakan strategi Price Action akan sangat terbantu karena dapat memperhitungkan formasi candlestick pada ketiga time frame tersebut.

Bahkan, Anda juga dapat menambahkan indikator pada masing masih chart tersebut untuk menjadikan strategi trading Anda lebih akurat. Misalkan kita tambahkan indikator MACD.

 

 

Coba perhatikan gambar diatas, menurut indikator MACD pada time frame H1 harga akan turun namun belum saatnya untuk Open Posisi SELL. Namun jika dilihat pada chart di sebelah paling kiri, time frame M15 gerakan MACD telah menurun pertanda sudah waktunya melakukan SELL.

Jadi, dengan menggunakan cara trading menggunakan beragam time frame ini dapat membuat OP lebih akurat daripada hanya dengan menggunakan satu time frame saja.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Strategi Trading Forex

Cara Trading Forex Menggunakan Strategi “Cloud Breakout” Ichimoku

Published

on

Semangat pagi traders Indonesia, pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas salah satu bagian dari sebuah strategi trading menggunakan indikator Ichimoku.

Pada dasarnya indikator Ichimoku cukup kompleks bahkan indikator ini sebenarnya tidak hanya sekedar indikator, melainkan sudah merupakan sebuah sistem trading yang sangat lengkap sehingga perlu dibahas secara terperinci.

Ichimoku terdiri dari beberapa bagian penting dimana setiap bagian tersebut sangat membantu trader menganalisa dan menentukan kapan membuka posisi Buy/Sell. Kali ini saya akan mengulas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami dari bagian Ichimoku yang disebut “Kumo”.

Kumo, dalam bahasa Jepang sebenarnya memiliki dua arti yaitu “Laba-laba” dan “awan/mendung” tetapi saat ini kita mengambil pengertian kumo sebagai awan atau cloud dalam bahasa Inggris.

Dalam pembahasan kali  ini saya mengkhususkan mengenai strategi trading “Cloud Breakout” dimana dalam strategi trading ini hanya menggunakan bagian Kumo (Cloud) saja dari indikator Ichimoku.

Teknik trading ini merupakan teknik trading yang paling sederhana saat menggunakan indikator Ichimoku. Hanya dengan mememperhatikan dimana posisi candlestick terhadap cloud kita sudah dapat memperkirakan apakah trend sedang up atau down.

 

BUY Jika Candlestick Close Diatas Cloud

Dengan menggunakan strategi Cloud Breakout yang kita dapat mempersiapkan diri untuk memasang posisi BUY pada saat candlestick Break (melewati/ keluar) dari cloud.

Definisi Break  (melewati/keluar) ini bisa berarti candlestik yang sebelumnya berada dibawah cloud kemudian menembus ke atas.

 

Atau pada saat trend sedang naik (bullish) kemudian terjadi retracement sehingga sempat menyentuh atau masuk ke dalam cloud kemudian kembali Bullish keluar dari Cloud.

Pada saat inilah biasanya waktu paling berpotensi untuk menghasilkan profit yang banyak karena biasanya inilah permulaan sebuah trend.

 

SELL Jika Candlestick Close Dibawah Cloud

Pada kejadian yang sama kita bisa mempersiapkan diri untuk memasang posisi SELL pada saat candlestick menembus cloud dari atas ke bawah keluar melewati cloud.

Atau pada saat trend sedang turun (bearish) kita mendapati candlestick mencoba naik memasuki cloud kemudian keluar turun kembali sebelum sempat naik keluar dari cloud.

Jadi inti dari strategi trading ini adalah melakukan entri pada saat candle close diluar cloud/kumo dari Ichimoku.

 

Wajib memasang Stop Loss

Strategi ini seperti semua jenis strategi trading, tidak menjamin selamanya benar 100%, karena terkadang candlestick hanya sekedar “mengintip” dan berbalik arah, tetapi kejadian seperti ini sangat jarang. Sehingga perlu memasang stoploss untuk mengantisipasi terjadinya kasus semacam ini.

 

Meskipun terjadi situasi dimana candlestik hanya sekedar “mengintip” keluar dari cloud kemudian berbalik arah (False Breakout) dan tersentuh stop loss, namun secara keseluruhan perbandingan rasio loss dan profit cukup bagus pada saat kondisi market sedang mendukung.

 

Continue Reading

Strategi Trading Forex

Strategi Trading QQE-Filter Akurat Untuk Trading Harian

Published

on

Strategi trading forex QQE-Filter untuk trading forex harian yang akurat ini dapat digunakan pada timeframe M15. Selain itu, strategi trading forex QQE-Filter hanya digunakan untuk strategi follow trend.

Maka strategi trading ini sebaiknya tidak digunakan untuk trading conter trend karena hasilnya bisa menguras habis equity akun trading Anda dengan sangat cepat.

Strategi trading forex ini menggunakan 3 buah indikator yaitu QQE, Filter (trendfilter) dan VoltyChannel dimana ketiga indikator tersebut merupakan indikator follow trend.

Indikator paling utama dalam strategi trading QQE-Filter ini adalah indikator QQE yang digunakan untuk memfilter kapan melakukan open posisi entri sehingga menjadi lebih akurat.

TimeFrame

Sebaiknya digunakan pada timeframe M15 atau M30 saja untuk mencari titik entri pada trading harian.

Pair Yang Digunakan

Dapat digunakan pada forex dan indices serta tidak perlu kuatir dengan akun trading yang menggunakan swap karena strategi trading QQE-Filter umumnya akan close pada hari yangs sama.

Sehingga hampir tidak ada biaya menginap atau swap.

Aturan Umum Strategi Trading QQE-Filter

Aturan penggunaan strategi trading QQE-Filter ini secara garis besar sama dengan segala jenis strategi trading follow trend.

BUY ketika trend naik dan SELL ketika trend diperkirakan turun.

Aturan BUY

Open posisi BUY dilakukan pada saat:

  1. VoltyChannel berada di bawah candle yang biasanya akan berwarna biru
  2. Indikator Trend berwarna biru
  3. Indikator QQE berapa diatas level 50 serta garis putih indikator tersebut berada di atas garis warna kuning.

Take Profit atau Cut Loss dilakukan pada saat garis indikator QQE telah berpotongan kebalikan dari opsi nomor 3 diatas.

ATURAN BUY (klik untuk memperbesar gambar)

Aturan SELL

Open posisi SELL dilakukan pada saat:

  1. VoltyChannel berada di atas candle yang biasanya akan berwarna merah
  2. Indikator Trend berwarna merah
  3. Indikator QQE berapa di bawah level 50 dan garis putih indikator tersebut berada dibawah garis warna kuning.

Take Profit atau Cut Loss dilakukan pada saat garis indikator QQE telah berpotongan kebalikan dari opsi nomor 3 diatas.

Traders, untuk mendownload strategi trading QQE-Filter silahkan klik tombol download dibawah ini. Proses download akan membutuhkan waktu tunggu sekitar 60 detik saja.

 

Waktu tunggu
60
detik
Download Indikator
Download sedang diproses..





Continue Reading

Strategi Trading Forex

Strategi Trading Scalping Akurat Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI

Published

on

Strategi trading forex menggunakan teknik scalping dengan indikator Bollinger Bands, ADX dan RSI ini dapat digunakan di semua aplikasi metatrader Anda. Baik Metatrader 4, Metatrader 5 maupun aplikasi mobile Android karena menggunakan indikator bawaan aplikasi tersebut.

Teknik trading scalping merupakan salah satu teknik trading yang dilakukan pada timeframe kecil seperti 1 Menit atau 5 Menit sehingga memerlukan konsentrasi dan fokus dalam menganalisa market. Karena teknik scalping merupakan teknik yang cukup mengambil profit beberapa pips saja dalam waktu yang relatif singkat.

Strategi Trading Scalping Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini khusus digunakan pada Time Frame M1 (1 Menit), maka sebaiknya tidak menggunakan di time frame yang lebih tinggi.

Strategi scalping menggunakan bollinger bands, ADX dan RSI ini pada dasarnya dapat digunakan pada pair mata uang utama (major pairs) seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/JPY, EUR/JPY dan sebagainya yang pada umumnya memiliki spread relatif kecil

Dan untuk trading menggunakan teknik scalpin sebaiknya Anda menggunakan broker forex jenis ECN atau tanpa spread (zero spread) agar profit yang diperoleh lebih besar daripada trading menggunakan akun standar.

Indikator yang digunakan pada Strategi scalping menggunakan bollinger bands, ADX dan RSI ini adalah:

  1. Bollinger Bands ( 20 period, 2 deviation )
  2. ADX (14 period )
  3. RSI ( 7 period )

Yang perlu diperhatikan dalam setiap Anda melakukan trading forex menggunakan strategi scalping adalah menjauhi news. Dengan demikian Anda perlu memerhatikan kalender ekonomi pada saat melakukan trading.

Untuk mengetahui kalender ekonomi, dapat Anda lihat disini. Harap menjauh dari news yang memiliki dampak signifikan, dan jauh lebih baik lagi jika pada saat itu tidak ada news sama sekali.

Jika Anda temukan ada news (berita ekonomi) pada mata uang salah satu pair trading Anda, maka hindari melakukan entri 30 menit sebelum dan 30 menit setalah news dikeluarkan. Tunggulah hingga market sudah kembali tenang.

 

Panduan Trading Scalping Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI

Anda perlu memasang beberapa indikator ini pada chart trading Anda, diantaranya:

  1. Bollinger Bands ( 20 period, 2 deviation )
  2. ADX (14 period )
  3. RSI ( 7 period )

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan strategi scalping menggunakan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini adalah posisi harga ketika berada di bawah garis atas (upper) atau diatas garis bawah (lower) dari bollinger bands, RSI apakah mengarah kebawah dari level 70 atau mengarah keatas dari level 30 dan terakhir adalah ADX dibawah level 32.

Semua yang telah disebutkan diatas harus terjadi secara bersamaan.

Entri BUY : Dilakukan pada saat harga (candle) berada diatas garis bawah (lower) Bollinger Bands, RSI naik melebihi level 30 dan ADX dibawah 32 secara bersamaan.

Entri SELL : Dilakukan pada saat harga (candle) berada dibawah garis atas (upper)  Bollinger Bands, RSI turun dibawah level 70 dan ADX dibawah 32 secara bersamaan.

Take Profit : Pada dasarnya ada 3 pilihan yang dapat Anda gunakan.

  1. Take profit ketika candle menyentuh atau melewati gari tengah dari Bollinger Bands.
  2. Pada saat candle menyentuh garis batas Bollinger Bands pada sisi lainnya.
  3. Atau pasang take profit 70 pips (5 digit broker) dari harga entri.

Stop Loss : Dapat dipasang tergantung harga pada candle sebelumnya atau dipasant pada 70 pips (5 digit broker)

Sebelum menggunakan teknik strategi scalping akurat menggunakan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini pada akun riil sebaiknya dicoba pada akun demo terlebih dahulu.

Ini sangat diperlukan karena untuk mengganti strategi trading Anda yang sebelumnya dan menggunakan strategi ini diperlukan penyesuaian psikologi lagi. Namun, jika ternyata strategi trading yang Anda gunakan selama ini sudah cukup akurat maka sebaiknya tidak merubah ke strategi yang baru.

Karena setiap trader memiliki psikologi yang berbeda-beda, maka strategi tradingnya tentu tidak dapat dibuat sama. Sehingga perlu dilakukan uji coba pada akun demo hingga dapat sesuai dengan kondisi psikologi antara trader dan strategi trading yang digunakan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2015 - 2019 BedahForex.com