Cara Menentukan Letak Stop Loss Berdasarkan Nilai ATR

588

Traders, cara terbaik untuk menghindari margin call  adalah dengan cara membatasi resiko dengan memasang stop-loss setiap kali kita membuka transaksi.

Bahkan jauh lebih baik lagi Anda sudah mentukan dimana akan memasang stop loss sebelum memasang order dengan menghitung rasio antara keuntungan dan kerugian yang mungkin dialami.

Tetapi tahukah Anda bahwa banyak trader melakukan kesalahan atau bahkan terlihat konyol saat menentukan letak stoploss?

Padahal stoploss merupakan salah satu hal penting dalam trading forex yang dapat menghindarkan dari margin call yang sering dialami trader yang kurang disiplin.

Banyak trader baru akan memasang stoploss ketika harga sudah bergerak melebihi batas toleransi rasio untung rugi, ini merupakan tindakan yang sangat konyol dan patut dihindari.

Untuk memasang stoploss Anda perlu mempertimbangkan bagaimana kondisi volatilitas pair mata uang yang Anda masuki.

Kita ambil contoh pair EUR/GBP harga telah bergerak mencapai 100 pips dan pergerakan harga mulai menunjukkan adanya pembalikan. Namun di lain sisi, meskipun sama-sama mencapai 100 pips, tentu kondisi berbeda dialami pair GBP/NZD.

Dengan kata lain, volatilitas dari dua pair mata uang tersebut sangat berbeda dan berubah-ubah dari minggu ke minggu.

Dalam situasi ini, kita membutuhkan suatu alat yang dapat mengukur pergerakan pasar yang sedang terjadi di masing-masing pair sehingga dapat menempatkan stop loss secara tepat.

Salah satu alat yang dimaksud adalah indikator Average True Range (ATR) yang dapat mudah Anda temukan di aplikasi trading Anda, seperti Metatrader.

Cara Menentukan Letak Stop Loss Menggunakan ATR

Sederhananya, ATR adalah alat pengukur jangkauan pips trading dalam suatu tren dan pengukur rentang rata-rata beberapa sesi perdagangan.

BACA JUGA:   Cara Trading Forex Akurat Menggunakan Pola Bearish Flag

Sebagai contoh, jika kita menggunakan grafik harian (Time Frame D1) dengan nilai default 14, maka ATR akan mengukur kisaran rata-rata harian 14 hari atau 2 minggu sebelumnya mulai dari yang tinggi sampai yang rendah.

Dengan demikian, kita akan mendapatkan informasi mengenai volatelitas suatu pair mata uang. Mari kita cermati grafik di bawah ini dengan lebih rinci:

 

Cara memasang stoploss berdasarkan ATR

 

Dari gambar chart Daily (D1) di atas terlihat bahwa selama 14 hari berturut-turut, pair EUR/GBP mengalami pergerakan sebanyak 56 pips sementara dalam 14 candle yang sama pair GBPNZD telah mengalami pergerakan sebesar 151 pips atau tiga kali lipat pair EURGBP.

Jadi ketika kita beranggapan bahwa batas resiko pergerakan rata-rata adalah 100 pips, itu tidak berlaku untuk semua transaksi.

 

cara menentukan stoploss berdasarkan nilai ATR
Rupanya, banyak trader hanya menggunakan ATR untuk mengukur resiko seperti yang terlihat pada grafik.

Dalam kasus trading pair EURGBP, para trader menempatkan order posisi pada 56 pips dari pergerakan awal. Sementara, dalam kasus pergerakan pair GBPNZD, mereka akan mengambil posisi pada 151 pips sejak melakukan entri.

Perlu diperhatikan dalam contoh diatas untuk mendapatkan angka level seperti diatas pada padir EUR/GBP maupun GBP/NZD hanya menggunakan Time Frame Daily (D1). Untuk time frame dibawahnya maka nilai level ATR mungkin tidak akan mencapai angka tersebut.

Dengan menggunakan metode ini, kita dapat menyesuaikan penempatan stop loss atau cut loss pada pair mata uang dengan kondisi market saat ini.