Connect with us

Artikel Trading Forex

Pelajaran Forex Terbaik “Ki Hadjar Dewantara” Tentang Strategi Trading Forex

Published

on

Pada tulisan saya kali ini akan mengulas bagaimana kita bisa belajar strategi trading forex menggunakan semboyan ciptaan pahlawan negara kita Ki Hadjar Dewantara.

Beliau adalah seorang orang tokoh pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda yang mengeluarkan semboyan yang sangat terkenal bagi para pelajar di Indonesia.

Secara utuh, semboyan ini dalam bahasa Jawa berbunyi:

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

(Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan)

Hingga sekarang pun semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan di Indonesia.

 

Mungkin sebagian dari traders Indonesia mengatakan:

“Ah, kalo semboyan itu mah saya udah tahu dari kecil. Tapi ndak ada tuh hubungannya dengan trading forex..”

 

Boleh saja berpikiran semacam itu, tetapi setelah Anda membaca artikel ini saya yakin pikiran Anda berubah dan akan mulai memikirkan strategi trading yang sesuai dengan pemikiran atau semboyan Ki Hajar Dewantoro.

Malah bisa jadi Anda akan semakin tertarik untuk menggunakan strategi ini untuk trading forex kemudian mempelajarinya.

Atau barangkali Anda telah mengenal strategi trading ini sebelumnya, hanya saja tidak menyadari ternyata sejalan dengan semboyan salah satu Pahlawan Negara Indonesia.

Traders, mari kita bahas satu persatu semboyan beliau.

 

Ing Ngarso Sung Tulodo

Dalam bahasa Indonesia semboyan ini berarti “Di depan memberi contoh“. Maksudnya adalah memberi contoh atau memberi arahan di depan supaya dapat ditiru kemana akan melangkah.

Tahukah Anda salah satu strategi trading yang memberi arahan di depan?

Strategi trading tersebut adalah Ichimoku, untuk memahaminya lihat gambar dibawah ini.

 

 

Dalam strategi trading ichimoku Anda akan melihat Kumo atau Cloud yang selalu berada di depan. Pada pengaturan standar menggunakan 26 periode didepan.

Kumo adalah bagian yang memberi contoh di depan sekaligus memberikan arahan apakah kemungkinan trend bullish atau sedang bearish. Bahkan Kumo ini akan memberitahukan perkiraan trend kedepan apakah berlanjut atau sudah berbalik (reversal).

Jadi Kumo pada Indikator Ichimoku berguna sekali untuk perkiraan ke depan dan Kumo sendiri posisinya berada 26 periode di depan candlestick terakhir.

Bagi seorang trader yang menggunakan strategi trading memakai Ichimoku sangat diajurkan untuk mengikuti arahan dari Kumo. Jika Kumo yang berada di depan tersebut memberitahukan bahwa trend sedang naik (bullish) maka perlu menghindari entri SELL.

 

Ing Madyo Mangun Karso

Semboyan kedua ini memiliki pengertian “Di tengah memberi semangat“. Bagi seorang trader semangat yang dimaksud bukan berarti semangat untuk entri, entri dan entri terus-menerus sampai margin habis.

Semangat disini adalah keyakinan atau kemantapan hati untuk melakukan entri.

Mari kita kembali ke strategi trading Ichimoku, bagian manakah yang memberikan keyakinan seorang trader untuk membuka posisi?

Bagian ini adalah Tenkan-sen dan Kijun-sen

 

 

Tenkan dan Kijun selalu pada periode yang sama dengan candlestick sehingga seringkali menjadi dasar utama seorang trader Ichimoku untuk memulai entri baik BUY maupun SELL.

Meskipun Tenkan dan Kijun merupakan indikator utama untuk trader memulai entri, namun dalam prakteknya seorang trader Ichimoku harus tetap mengikuti arahan yang diberikan oleh Kumo yang bertugas memberi tahukan arah di depan, “ing ngarso sung tulodo” tadi.

 

Tut Wuri Handayani

Tut wuri handayani adalah semboyan ketiga yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Di belakang memberi dorongan“.

Dorongan untuk melakukan entri, dorongan yang memberikan keteguhan dalam hati bahwa trend memang telah berbalik (reversal) atau masih berlanjut.

Dalam strategi trading forex menggunakan ichimoku, bagian yang sesuai dengan semboyan tut wuri Handayani adalah Chikou-span.

 

Bagi sebagian trader  mungkin belum memahami betul bagian ini bahwa Chikou-span memberikan sudut pandang yang lebih jelas kemana arah trend. Chikou-span sangat berguna untuk melakukan cross check antara trend sekarang dengan trend yang terjadi sebelumnya.

Cara melihat Chikuo-span untuk meneguhkan keyakinan dalam melakukan entri yang paling mudah adalah dengan melihat posisinya apakah dibawah atau diatas candlestick.

Pada pengaturan Ichimoku standar, Chikou-span berada 26 periode di belakang posisi harga saat ini, sedangkan Kumo berada 26 periode di depan dari posisi harga saat ini.

 

Akhirnya kita gabung menjadi satu…

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

 

Well, tibalah saatnya kita merangkai ketiganya menjadi satu kesatuan strategi trading yang dibuat sekitar tahuan 1930-an oleh Goichi Hosoda dan dimulai dipublikasikan pada tahun 1960-an.

 

Saya tidak tahu bagaimana Goichi Hosoda dan Ki Hadjar Dewantara memiliki cara pandang yang sama atas suatu persoalan yang mereka hadapi. Goichi Hosoda pada dunia trading dan Ki Hadjar Dewantara pada dunia pendidikan.

Yang pasti keduanya memiliki pemikiran yang brilliant pada bidangnya.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Trading Forex

Cara Membedakan Trader Pemula Vs Trader Professional dari Teknik Tradingnya

Published

on

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang tertarik belajar trading forex. Hal ini bisa saja timbul akibat melihat ketertarikan yang dilakukan rekan kerjanya, teman di sosial media atau bahkan dari anggota keluarganya. Biasanya mereka mengatakan betapa mudahnya trading forex tanpa perlu kerja di luar, tanpa perlu merasakan macet.

Kemudian Anda mungkin mencari di sosial media orang-orang yang dapat mengajari trading forex. Seringkali kebanyakan diantara mereka menunjukkan hebatnya profit mereka, dalam satu hari dapat menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Tetapi sebelum Anda terpengaruh oleh cara trading mereka, Anda perlu mengenali apakah mereka trader professional atau trader pemula?

 

Cara Trading Trader Pemula Vs Trader Professional

Jika kita hanya melihat dari data histori trading yang telah dilakukan akan cukup sulit kita mengenali apakah seseorang termasuk trader pemula atau trader professional.

Ketika Anda berada di sosial media, biasanya para trader akan memberikan screenshot chart trading mereka. Jika Anda melihat cara trading seperti gambar dibawah ini, maka trader ini dapat kita kategorikan trader pemula.

Mengapa?

 

 

Perhatikan cara bertransaksi dengan membuka banyak sekali posisi atau sering disebut Over Trading. Jika seorang trader paham betul bahwa transaksi ini memang menguntungkan tidak perlu “memberondong” puluhan transaksi. Ditambah lagi memasang banyak limit order yang sering dikatakan sebagai strategi “jebakan”.

Jika yakin transaksi ini menguntungkan, seharusnya tidak perlu membuka posisi 10 x 0.1 lot, lakukan saja satu kali transaksi sebesar 1 lot.

Pada gambar diatas trader tidak memasang stop loss, hanya ada take profit karena dia yakin dan pasti 100% harga akan naik. Ketahuilah tidak ada yang pasti dalam trading forex, hanya sebatas analisa bisa tepat bisa juga salah. Maka memasang stoploss adalah hal yang wajib dilakukan.

 

Bagaimana trader professional melakukan trading?

Mereka tidak gegabah dan hanya jika menurut analisanya transaksi ini menguntungkan dia akan membuka posisi, satu kali transaksi dengan selalu memasang stoploss.

 

 

Trader professional tahu betul apakah transaksi ini menguntungkan atau sangat menguntungkan. Jika dia telah melakukan analisa dan memiliki keyakinan bahwa transaksi ini sangat menguntungkan bisa jadi dia akan memperbesar ukuran lot tradingnya dalam jumlah yang wajar.

Kita semua tahu bahwa ternyata hanya sekitar 5% saja trader forex yang secara konsisten mendapatkan keuntungan dari trading forex. Dan mereka, yang 5% ini adalah trader professional.

Coba Anda tebak, menurut Anda diantara dua gambar diatas teknik trading yang manakah yang dipakai oleh Bank untuk men-tradingkan uang nasabahnya? Atau yang digunakan trader terkenal sekelas George Soros?

Bahkan Paul Rotter yang sangat ahli scalping saja melakukan satu kalo OP pertransaksi dan segera cutloss jika tenyata harga berbalik arah.

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Penyebab Utama Yang Menghalangi Seseorang Menjadi Trader Sukses

Published

on

Sudah sering diulas di berbagai media mengenai trik dan rahasia menjadi trader sukses. Khususnya menyarankan untuk fokus, menggunakan analisa sendiri, serta disiplin dengan rencana tradingnya. Semua saran tersebut sudah benar dan memang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun yang telah berpengalaman.

Namun, dalam ulasan kali ini akan membahas salah satu penyebab terbesar yang menghalangi seseorang menjadi seorang traders sukses. Penyebab utama ini seolah menjadi “penyakit” terutama bagi trader pemula. Penyakit tersebut adalah Terlalu Percaya Diri dan Kurang Percaya Diri.

 

Terlalu Percaya Diri

Saat pertama kali seseorang trader pemula melihat chart, biasanya terlihat mudah karena hanya dengan menentukan apakah harus “menebak” SELL atau BUY sudah mendapatkan uang. Mudah sekali bukan?

Inilah yang seringkali membuat trader pemula terlalu percaya diri, terlebih ketika melihat akun tradingnya tiba-tiba mendapat keuntungan dua kali lipat dalam satu hari, dari modal 10$ menjadi 20$. Hari berikutnya, si pemula ini melakukan trading dengan uangnya yang 40$ tadi. Dan karena market masih mendukung, berlipat modal menjadi 80$.

 

“Dalam dua hari saja modal 10$ menjadi 80$, bagaimana jika ukuran lot kuperbesar? Pasti bisa beli mobil mewah bulan depan.” Pikirnya

 

Yang akan terjadi mudah sekali ditebak jika ada trader pemula seperti ini, yaitu Margin Call

Terlalu percaya diri ini sering mematikan banyak sekali akun trader yang baru belajar. Itulah mengapa pada dasarnya gratis modal trading yang diberikan broker kepada trader pemula biasanya tidak ada artinya. Karena mereka yakin gratis modal tersebut akan habis karena trader pemula umumnya terlalu percaya diri dan ingin cepat kaya dalam semalam (serakah).

 

Kurang Percaya Diri

Tidak memiliki percaya diri dalam hal ini bisa diartikan sebagai tidak siap dan tidak memiliki mental yang tangguh sebagai seorang trader yang sukses.

Seorang trader pemula biasanya akan mengikut forum atau group di sosial media, sebut saja Facebook. Karena dengan anggapan dengan bergabung ke dalam group akan mendapatkan banyak pelajaran trading forex. Tetapi apakah mereka yakin anggota group tersebut adalah para ahli? ataukah malah sesama pemula yang “sama-sama tak tahu arah?”

Mereka, si Trader Pemula, akan mempelajari berbagai trik dan trik trading di dalam group tersebut. Semakin banyak anggota group biasanya semakin banyak metode trading yang dibagikan, tentu pada akhirnya trading forex menjadi semakin rumit padahal hanya BUY atau SELL saja.

Selama Trader Pemula hanya “ikut-ikutan” metode trading yang dibagikan di group tanpa memahami ilmunya secara mendalam, bisa dipastikan dia tidak akan pernah berhasil menjalani profesi sebagai trader. Sebaiknya dia menentukan metode trading seperti apakah yang cocok dengan dirinya. Trader pemula ini bisa memilih salah satu metode trading yang paling sesuai, diantaranya Price Action, Swing Trading, Trend Following, Counter Trend, Scalper dan sebagainya.

Masing-masing metode trading forex umumnya tidak dapat dipadukan dengan metode trading yang lain. Sehingga trader pemula harus dengan percaya diri untuk memilih dan mendedikasikan pada satu metode trading. Ikut-ikutan metode trading yang “katanya” sangat menguntungkan sama sekali tidak berguna jika tidak sesuai dengan metode trading yang telah dipilih.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya setiap metode yang telah disebutkan diatas adalah metode yang memang telah terbukti menguntungkan. Ini sama seperti memilih apakah harus mempelajari bela diri TaeKwonDo, Karate, Aikido atau Pencak Silat yang kesemuanya terbukti dapat menjadikan seseorang mampu menjadi petarung hebat jika mendedikasikan waktunya hanya untuk satu jenis bela diri.

Jadi, dalam trading forex – dan dalam banyak hal pada umumnya – terlalu percaya diri dan kurang percaya diri sama-sama merupakan hal buruk bagi trader. Seperti kata pepatah yang mengatakan terlalu banyak sama buruknya dengan terlalu sedikit.

Dengan demikian yang perlu dilakukan adalah dedikasikan pada satu metode trading. Untuk mengurangi kurang percaya diri, maka yakinlah setiap metode yang ada sudah terbukti menguntungkan. Untuk menjaga agar tidak terlalu percaya diri, maka percayalah pada apa yang terlihat di dalam chart bukan alasan pribadi.

Satu hal yang perlu diingat, teruslah mempelajari metode trading yang telah dipilih sehingga semakin ahli dengan metode tersebut. Ingatlah, sebagaimana dalam setiap profesi, maka pengalaman trading juga merupakan hal paling penting.

 

Continue Reading

Artikel Trading Forex

Tips Kelola Emosi Saat Trading Forex Menggunakan Pending Order

Published

on

Traders, mengelola emosi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap trader baik pemula maupun trader senior.

Emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol dapat merusak psikologi trading yang selama ini sedang dibangun dengan sangat baik. Jika ini terjadi maka segera kembali ke jalur yang benar.

Yang perlu Anda perhatikan adalah agar tidak melakukan trading saat sedang emosi karena pada saat Anda sedang emosi karena dapat mempengaruhi ketelitian pada saat melakukan analisa.

Bahkan banyak literatur menyarankan untuk tidak menyentuh metatrader sama sekali dan jangan melihat chart pada saat hati sedang emosi.

Meski untuk beberapa kasus sebetulnya tidak harus seekstrim itu jika kita tahu cara mengantisipasi hal ini, kecuali nafsu “balas dendam” dan nafsu “keserakahan” telah menguasai jiwa Anda.

Maka dari itu, pada pelajaran trading forex kita kali ini kita akan mengulas cara mengatur emosi saat trading forex dengan menggunakan pending order.

Dengan menggunakan pending order berarti Anda sudah mengantisipasi open posisi sembarangan yang sering dilakukan trader saat gejolak emosi meningkat.

Keserakahan adalah musuh terbesar seorang trader forex

Seorang trader rentan mengalami pergolakan emosi akibat trading yang dilakukannya setiap hari. Emosi dan psikologis seseorang khususnya seorang trader sedikit banyak dipengaruhi oleh rasa takut dan rasa khawatir.

Kegagalan dalam mengelola emosi secara efektif dan konsisten dapat menyebabkan bencana dalam trading Anda. Artikel ini akan memberikan Anda tips bagaimana cara mengantisipasi emosi-emosi negatif yang sekiranya berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi akun Anda.

Emosi Ingin Balas Dendam

Faktor nomor satu penyebab frustasi dalam trading, tak lain dan tak bukan adalah kerugian. Kerugian pada dasarnya disebabkan oleh keserakahan dalam mengambil poin di dalam perdagangan. Salah satu hal yang memicu keserakahan adalah keinginan untuk balas dendam pada market untuk mendaptkan keuntungan.

Untuk menghindari hal-hal semacam itu, pertimbangkanlah masak-masak keputusan Anda untuk melakukan open posisi supaya tidak salah arah. Selain itu, memiliki rencana trading sebelum melakukan eksekusi pada market adalah hal yang perlu dilakukan oleh trader.

Sebagai contoh, perhatikan grafik harian dari AUDUSD berikut ini. Jika Anda menganalisanya secara mendalam tanpa ada rasa keserakahan, Anda dapat menghindari perdagangan yang merugikan bila harga baru berada di daerah 1,0450.

Emosi Muncul Karena Takut Merugi

Salah satu cara untuk membantu mengatasi rasa takut akan mengalami kerugian dalam perdagangan adalah dengan memahami dan menggunakan signal dari indikator. Signal akan bereaksi ketika harga mulai ada pergerakan, sehingga Anda dapat memiliki garis suppot/resisten, Fibonacci, atau Donchian.

Jika rasa takut berlebihan Anda dapat memperkecil ukuran lot trading Anda, karena ketakukan bisa timbul karena Anda mencoba me-resiko-kan melebihi apa yang mampu Anda tanggung.

Solusi Dengan Memasang Pending Order Yang Tepat

Anda dapat menggunakan order pending sebagai strategi yang tepat. Jika harga tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, maka order pada transaksi tidak dapat dieksekusi.

Dengan begitu, lakukanlah pending order pada momen yang tepat agar untuk meghindarkan akun Anda dari kerugian.

Apapun metode yang Anda pilih, melakukan open order ke harga yang sesuai akan mampu memberikan rasa nyaman pada trading.

Ketika transaksi sudah dilakukan, Anda cukup melihat apakah harga sudah menyentuh pending order atau belum, bila belum maka Anda hanya perlu menunggu sedikit lebih lama dalam beberapa waktu.

Semakin harga berjalan sesuai arah prediksi Anda, maka semakin besar peluang pending order berubah menjadi profit.

Semua hal di atas adalah salah satu cara untuk mengantipasi kerugian trading secara teknis. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ingin selalu mendapatkan lebih dari apa yang sudah didapat, maka hati-hatilah, bisa saja keserakahan sedang merasuki perasaan Anda.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2015 - 2019 BedahForex.com