Cara Jitu Menghindari Margin Call Yang Diabaikan Trader

0
288
Maksimalkan profit Anda dengan tambahan Bonus 100% Deposit dari FBS. Pelajari caranya disini.

Sebagai seorang trader forex sudah pasti pernah mengalami margin call, khususnya bagi trader forex yang baru memulai karir tradingnya lantaran sama sekali belum mengenal medan.

Meski pengalaman Margin Call merupakan hal yang lumrah, namun jangan sampai terjadi berulang-ulang tanpa Anda ambil pelajari dari kejadian tersebut.

Barangkali masih sering Anda temui di group-group trading yang Anda ikuti beberapa anggotanya masih menceritakan kisah margin call, lagi dan lagi.

Ini adalah masalah besar yang harus segera diatasi.

Jika Anda juga mengalami margin call berulang kali, mungkin ada pola pikir yang perlu Anda perbaiki dalam menjalankan trading forex.

Untuk anda yang sering terkena margin call berikut ini beberapa trik jitu untuk menghindari margin call. Namun sebelum pada intinya mari kita coba pahami apa penyebab terjadinya margin call.

 

PENYEBAB UTAMA TERJADI MARGIN CALL

Dilihat dari prosesnya, margin call terjadi karena jumlah loss dari posisi terbuka yang terus membengkak sehingga seandainya kita tutup posisi itu pun dana kita akan habis.

Maka dari itu, sang broker, melalui aplikasinya menutup otomatis posisi trading Anda karena jika dibiarkan kerugian akan terus membesar, hingga modal Anda tidak cukup menanggung kerugian (loss) tersebut.

Maka inti dari penyebab Margin Call adalah loss yang terus membesar, artinya kerugian yang terus membengkak sehingga satu-satunya cara agar tidak terus berkembang adalah dengan jalan membatasinya.

Oleh karena itu solusinya adalah dengan memasang stoploss pada setiap transaksi . Stoploss akan menghindarkan anda dari margincall karena memutus rantai loss yang akan terus membesar.

Biasanya terjadinya Margin Call disebabkan oleh 3 hal.

#1. Kerugian akibat open posisi dengan lot besar

Pada saat dana di akun seorang trader berjumlah terlalu sedikit namun menginginkan keuntungan yang terlalu besar biasanya akan membuka posisi dengan jumlah lot yang besar.

Hal ini dapat berdampak buruk jika ternyata arah trend bergerak berlawanan arah dengan posisi yang kita buka sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar dalam hitungan menit bahkan hitungan detik.

Tipe trader seperti ini biasanya adalah trader penjudi karena ingin segera menjadi kaya raya layaknya bertaruh di meja perjudian.

 

#2. Kerugian yang dibiarkan terlalu lama

Meskipun si trader tadi telah sadar kekeliruan karena dulu sering membuka posisi dengan jumlah lot terlalu besar dibanding jumlah uang di akun tradingnya, sehingga trading dengan lot kecil pun dapat mengakibatkan margin call.

BACA JUGA:  Trading Forex Menggunakan Banyak Indikator Apakah Makin Profit?

Biasanya ini terjadi karena trader tidak berani menanggung resiko kerugian dengan segera menutup transaksi (cut loss) pada saat arah trend bergerak diluar perkiraan.

Tipe trader semacam ini merupakan trader forex yang takut dengan resiko bahkan bisa dianggap tidak siap untuk menjadi trader forex.

Karena trader forex harus berani menanggung resiko kerugian untuk mendapatkan keuntungan di lain kesempatan.

 

#3. Kerugian menumpuk akibat transaksi terlalu banyak

Tipe ketiga ini adalah penyakit klasik yang sering saya amati pada trader forex di Indonesia pada saat saya menulis artikel ini.

Kebanyakan mereka membuka posisi terlalu banyak ditambah lagi tanpa memasang stop loss.

Darimana mereka belajar trading forex gaya bar-bar ini?


Dapatkan BONUS Gratis 50$ dari Broker FBS yang akan dikreditkan ke akun trading Anda. Cukup verifikasi akun Anda! Pelajari caranya disini.

Siapa yang mengajari trader Indonesia melakukan trading forex seolah memancing ikan di sungai dengan memasang banyak sekali kail dan umpan di sepanjang sungai?

Menurut saya kekacauan ini harus segera dihentikan dan menyadarkan para trader Indonesia agar memilih jalan yang lurus dalam dunia trading agar tidak menjadikan uang mereka hilang disapu Margin Call.

 

CARA MENGHINDARI MARGIN CALL

Jadi, sekali lagi bahwa cara untuk menghindari margin call adalah memasang stoploss.

Untuk anda yang tidak mau menggunakan stoploss, pertanyaannya adalah kenapa anda tidak mau pasang stoploss ?

Jika alasannya karena anda tidak yakin dengan prediksi anda.

Lalu pertanyaannya kenapa anda berani membuka posisi padahal anda tidak yakin posisi itu akan profit?

Bukankah itu sama saja dengan gambling dan menyerahkan diri anda untuk terombang-ambing keadaan?

Perlu anda ketahui bahwa trader yang tidak memasang stoploss sebagian besar adalah trader yang tidak yakin dengan keputusannya dalam membuka posisi.

Karena trader yang yakin dengan apa yang ia pilih sadar betul di level mana pilihannya itu salah sehingga akan membatasi resiko dari kesalahan itu .

Keyakinan sebelum membuka posisi itu harus anda miliki terlebih dulu, toh jika pun apa yang anda yakini itu salah anda bisa membatasi agar dampak dari kesalahan itu tidak terlalu besar.

BACA JUGA:  Cara Membangun Mental Menjadi Seorang Trader Forex Profesional

Sehingga selanjutnya anda bisa kembali menjalankan rencana trading anda.

Jika Anda takut stoploss anda tersentuh lebih dulu sebelum market bergerak sesuai prediksi anda, seharusnya anda lebih takut seandainya market terus bergerak berlawanan dengan prediksi anda.

Untuk Anda yang memasang stoploss,seandainya stoploss anda benar-benar tersentuh maka anda harus mengakui bahwa perhitungan anda salah , naun setelah itu segera anda lakukan perhitungan kembali untuk transaksi selanjutnya.

Bukankah hasilnya sama saja antara loss dulu 20 pips karena stoploss tersentuh kemudian profit 60 pips, dengan langsung profit 40 pips tapi sebelumnya terombang-ambing ketidakpastian.

Tidak memasang stoploss akan banyak membuang waktu anda dengan rasa was-was, perasaan gelisah  dan penuh harapan.

Padahal dalam waktu ada banyak peluang yang seharusnya bisa anda manfaatkan untuk mencetak profit.

Sebaliknya dengan memasang stoploss menunjukan bahwa anda adalah trader yang punya keyakinan, punya pendirian, yang berani mengorbankan sedikit untuk mendapatkan lebih banyak.

Jadi jika disimpulkan, terjadinya margin call adalah karena kebiasaan anda yang tidak mau membatasi kerugian.Artinya masalahnya ada pada diri anda. Sehingga solusi untuk hal ini adalah kemauan anda untuk merubah kebiasaan tersebut dengan cara selalu memasang stoploss.

 

Catatan: Memasang Stop Loss Memang Tidak Margin Call Tapi…

Namun, perlu diingat juga. Jika lebih sering terkena stop loss daripada take profit memang yang terjadi bukannya Margin Call, tapi dana Anda akan habis perlahan-lahan.

Jadi tinggal pilih saja resiko untung ruginya dalam menggunakan stop loss atau tidak. Atau cobalah menggunakan sistem trading Anda terlebih dulu pada akun demo sebelum mempraktekkan pada akun riiil.

Bagi Anda yang tidak menyukai memasang stop loss karena merasa sering terkena stoplos pada saat harga berbalik arah melawan prediksi Anda beberapa detik kemudian kembali searah dengan prediksi Anda maka saran saya adalah Anda harus berani cut loss jika keadaan sangat membahayakan akun Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang memilih memasang stop loss maupun Anda yang lebih memilih melakukan cut loss. Anda dapat memilih mana yang cocok bagi strategi trading yang Anda gunakan. Salam profit..

 



SHARE


Previous articleADX Bars – Indikator Jitu Untuk Trading Strategi Trend Following
Next articleCara Trading Forex Akurat Memanfaatkan Kondisi Overbought dan Oversold


DISKUSI FOREX

Please enter your comment!
Please enter your name here