Trader Forex Wajib Tahu! Inilah Aturan Resiko 5% Yang Benar

0
256
Maksimalkan profit Anda dengan tambahan Bonus 100% Deposit dari FBS. Pelajari caranya disini.

Traders, apapun strategi trading forex yang digunakan Anda harus selalu batasi resiko yang mampu Anda tanggung. Dengan demikian seorang trader forex wajib tahu aturan manajemen resiko yang benar.

Anda bisa membatasi resiko sebesar 2%, 5% bahkan hingga 50% sekalipun sebetulnya tidak jadi masalah jika memang Anda mampu menanggung kerugian sebesar itu.

Tetapi teramat jarang trader yang begitu cerobohnya membatasi resiko hingga 50% atau lebih kecuali trader pemula yang ingin segera kaya ~ atau bangkrut.

Maka dari itu dalam materi pelajaran trading forex kali ini kita tidak mempersoalkan berapa resiko Anda, tetapi meluruskan kesalahpahaman pertanyaan berikut:

Apakah resiko 5% tersebut dari modal adalah total open order (transaksi) Anda ataukah untuk masing-masing transaksi?

Salah satu komponen kunci dari MM atau Money Management adalah aturan 5%. Artinya, jangan pernah memasukkan lebih dari 5% dari rekening trading yang berisiko pada satu waktu.

Alasan di balik peraturan ini adalah ketika Anda mengalami kerugian, Anda tidak akan membuat kesalahan yang terlalu fatal.

 

Memahami Aturan Resiko 5%

Ketika mendengar peraturan dalam MM ini, sering kali trader menerjemahkan bahwa dia tidak boleh menggunakan lebih dari 5% setiap kali open posisi.

Ini adalah pemahaman yang salah !

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas apa yang perlu difokuskan seorang trader terhadap tradingnya, sehubungan dengan Money Management dan penggunaan 5%  resiko tersebut.

Sebenarnya yang dimaksud aturan 5% adalah jumlah total dari akun saldo atau balance yang dapat diresikokan trader pada satu waktu.

BACA JUGA:  Strategi Trading Tidak Berguna Jika Tidak Memahami Konsepnya

Ya ! 5% dari modal, bukan 5% tiap-tiap transaksi.

Jadi, jika Anda memiliki satu trading yang masih berjalan, maka hanya 5% dari modal saja resiko maksimum yang diperbolehkan.

Namun Jika Anda memiliki dua trading terbuka maka masing-masing maksimal hanya boleh menanggung resiko 2,5%.

Sebab 5% adalah batas risiko yang dapat ditanggung oleh trader, begitu pula jika Anda membuka 5 transaksi secara bersamaan maka batas resiko masing-masing transaksi hanya 1%.

Bila Anda berpedoman bahwa dalam waktu yang sama, seluruh jumlah transaksi memiliki batas risiko 5% maka Anda dapat terhindari dari kerugian total.

Cara tersebut sebenarnya dapat menggunakan perhitungan matematis. Sebab transaksi yang Anda gunakan dapat diperkecil atau diperbesar sebelum Anda benar-benar menerjunkan ke market.


Dapatkan BONUS Gratis 50$ dari Broker FBS yang akan dikreditkan ke akun trading Anda. Cukup verifikasi akun Anda! Pelajari caranya disini.

Contoh Manajemen Resiko 5%

Setiap melakukan open position Anda harus direncanakan open maksimal adalah 5 kali bila terjadi kerugian maksimum.

Maka Anda harus menaati kalau nanti memang benar-benar terjadi kerugian sampai maksimum 5%. Maka Anda hanya akan menggunakan 5 kali transaksi saja pada satu waktu.

“Jika transaksi yang digunakan telah merugi 5%, apa yang harus saya lakukan?”

 

Jawabnya mudah.

Anda dapat mengendalikan trading Anda dengan melakukan cut loss atau stop loss. Cara ini akan jauh lebih mudah ketika Anda sudah menaati peraturan Money Management Anda sendiri.

BACA JUGA:  6 Kunci Rahasia Menjadi Trader Forex Sukses Yang Tersembunyi

Walaupun terkadang sulit untuk diterapkan, Anda masih bisa berlatih sampai suatu saat nanti harga yang akan dirisikokan benar-benar memiliki maksimum 5%.

Memang seharusnya trader menyadari perlu adanya kontrol mengenai batas maksimum dari Money Management 5% ini. Bila tidak ada aturan seperti ini bisa jadi Anda akan melihat per transaksi memiliki risiko yang lebih besar dari 5%.

Atau bisa jadi Anda akan melihat transaksi mengalami floating minus hingga 25% atau 50%. Hal ini sangat menganggu dalam trading ke depan, mengingat transaksi yang berisiko besar tersebut berpeluang untuk menghanguskan modal Anda.

Oleh karena itu, biasanya seorang trader profesional memerlukan kalkulator untuk mengalkulasi secara akurat tingkat rasio keuntungan dan kerugiannya (stop loss/cut loss).

Jika ternyata menurut perhitungannya rasio kerugian lebih besar dari 5% lebih baik dihindari, toh masih ada lain kesempatan atau mencari pair mata uang yang lain dengan rasio keuntungan lebih besar.

Peran Money Managemen Yang Baik

Tidak ada satupun trader yang rela menghancurkan uang di akun mereka sendiri, sehingga Money Management memiliki peran yang sangat besar setelah Psikologi Trading.

Asalkan, seorang trader dapat mengendalikan seluruh transaksinya sesuai aturan yang telah direncanakannya sendiri kemungkinan akan bisa bertahan di tengah tingginya gelombang pergerakan market.

Bagi Anda yang ingin konsisten dalam trading, penguasaan Money Management akan sangat penting dan sangat penting daripada strategi apapun yang ada di dunia trading. Jadi, belajarlah mulai sekarang mengenai penguasaan Money Management untuk trading Anda.



SHARE


Previous articleHati-hati! Broker Satu ini Penipu, Sering Manipulasi Harga !
Next articleTrading Forex Tanpa Indikator atau Pakai Indikator, Mana Yang Lebih Baik?


DISKUSI FOREX

Please enter your comment!
Please enter your name here