Apa Penyebab Seorang Trader Sulit Menghasilkan Profit Konsisten?

0
908
Maksimalkan profit Anda dengan tambahan Bonus 100% Deposit dari FBS. Pelajari caranya disini.

Jika Anda merasakan begitu susahnya mendapatkan profit dari trading forex yang selama ini sedang dijalani karena merasa bahwa setiap kali trading harus profit (ga pakai loss, harus profit terus!). Nah, sebetulnya Anda sedang mengacaukan trading Anda termasuk menghabiskan uang Anda.

Salah satu sebab umum mengapa seorang trader tidak dapat mencapai “trading for living” karena merasa harus segera profit untuk membiayai hidup keluarga dan telah menggunakan seluruh uang tabungannya (lebih buruk lagi, pinjaman dari bank untuk modal trading forex).

Tidak, trader yang menggunakan cara pandang seperti itu tidak akan mampu trading forex dengan hasil yang konsisten. Dan jika hal ini terus dilakukan dapat merusak kestabilan keuangan Anda atau rumah tangga Anda.

Barangkali trader tersebut mulai berpikir bahwa masalahnya adalah karena dia belum menemukan sistem trading “sakti” yang bisa secara PASTI mengetahui arah tren di masa depan. Sampai kapanpun, dia tidak akan menemukannya, percayalah!

Dibawah ini beberapa hal umum yang biasanya menjadi penyebabkan trader tidak dapat secara konsisten mendapatkan hasil dari trading forex.

  1. Terlalu Memaksakan diri

    Forex selalu berkaitan erat dengan uang, maka modal menjadi hal paling penting bagi seorang trader. Semakin besar modal yang digunakan maka secara perhitungan kasat mata, berbanding lurus dengan keuntungan. Jika menggunakan modal besar maka jika mengalami keuntungan maka yang diperolah juga semakin besar.

    Sebagai contoh, Trader A, seorang pengusaha export import, menggunakan modal trading sebesar Rp. 100 Juta, sedangkan Trader B, seorang pegawai swasta, menggunakan modal trading sebesar Rp. 10 Juta. Keduanya merupakan seorang sahabat lama tetapi melakukan trading forex dengan strategi yang berbeda.

    Trader A, sambil mengurus bisnis export import, sesekali melihat chart harian dan melakukan trading, sehingga dengan modal trading Rp. 100 Juta, dapat dengan cukup mudah mendapatkan Rp. 10 Juta trading dalam seminggu.

    Sedangkan Trader B, karena mengetahui sahabatnya telah mendapatkan Rp. 10 Juta. setelah pulang kantor dengan giat trading di Time Frame 5 Menit, ingin mendapatkan Rp. 10 Juta seperti sahabatnya, dengan modal yang juga Rp. 10 Juta. Berharap jika dia bisa melakukan itu, maka dia sudah tak perlu jadi pegawai kanor lagi.

    Tahukah apa persoalannya?

    Trader A, dengan menggunakan modal trading Rp. 100 juta kemudian memperoleh keuntungan Rp. 10 juta dalam seminggu ini berarti dia mendapatkan keuntungan 10% dari modal.

    Sedangkan Trader B, dengan menggunakan modal trading Rp. 10 Juta, karena terbakar emosi ingin seperti sahabatnya juga ingin mendapatkan Rp. 10 Juta. Yang artinya, Trader B ingin mendapatkan keuntungan 100% dalam seminggu!

    Emosi karena kesalahan memahami perhitungan profit inilah seringkali membuat trader forex harus rutin deposit (dan hampir tidak pernah Withdraw). Jika Trader A, mendapatkan keuntungan Rp. 10 Juta dari modal Rp. 100 Juta, seharusnya Trader B sadar bahwa dirinya hanya perlu mendapatkan Rp 1 juta, maka keduanya sama-sama untung 10%.

    Nah, jika seorang trader ingin menjalani “trading for living” tetapi modalnya sedikit, lebih baik hilangkan sudah pikiran itu, lanjutkan pekerjaan Anda yang sekarang. Atau daripada menghabiskan uang untuk beli rokok yang pada akhirnya “jadi abu“, mengapa tidak dikumpulkan saja uang beli rokok untuk dijadikan modal trading beberapa tahun ke depan?

  2. Trading Menggunakan Modal Pinjaman Bank

    Modal pinjaman jangan pernah dijadikan modal trading, bahkan jangan menggunakan uang “satu-satunya” yang Anda miliki untuk trading forex.


    Dapatkan BONUS Gratis 50$ dari Broker FBS yang akan dikreditkan ke akun trading Anda. Cukup verifikasi akun Anda! Pelajari caranya disini.

    Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, daripada membakar uang Anda menjadi abu rokok, mengapa tidak dikumpulkan saja menjadi modal trading forex?

    Karena jika seorang trader menggunakan uang pinjaman dari bank atau uang “satu-satunya” yang dimiliki, maka secara emosi trader ini akan berpikir “Harus profit.. harus profit..” Emosi seperti ini dalam taraf tertentu memang berguna karena emosi ini adalah salah satu bentuk berpikir positif dan semangat.

    Namun, pada level tertentu pemikiran ini sangat buruk. Dengan keinginan “Harus profit !” ini seringkali trader malah tidak memasang stop loss atau mencoba melipat gandakan ukuran lot trading hingga berkali lipat. Emosi ini dapat mengacaukan rencana trading yang telah dirancang sebelumnya.

    Sudah tentu, trader yang emosional akan mengalami kegagalan secara perlahan, tetapi anehnya seringkali akan tetap “penasaran” dan ingin mencoba lagi.

    Ini dapat menjadi penyebab mengapa seorang trader tidak akan mencapai tahap “trading for living“, karena emosional kuatir uangnya habis kemudian ditagih pihak Bank.

  3. Ingin Cepat Kaya

    Sekali lagi, emosional merupakan musuh terbesar seorang trader. Ingin kaya? Siapa yang tidak ingin kaya?

    Tetapi kebanyakan orang ingin sekali serba “cepat” dalam berbagai urusan. Padahal sesuatu yang cepat akan mengandung banyak resiko. Mayoritas trader “Ingin CEPAT kaya, bulan depan beli jet pribadi!”, sangat jarang trader yang hanya “Ingin kaya, pelan-pelan tidak apa asal tercapai“.

    Seseorang anak kecil yang makan dengan cara cepat-cepat, kemungkinan dia akan tersedak. Saat seseorang pemuda melakukan pendekatan pada gadis idamannya terlalu cepat “nembak” besar kemungkinan GAGAL! Bukan begitu?

    Begitu pula dalam trading, emosi ingin serba cepat ini dapat menjadikan seorang trader gagal meluluskan keinginannya untuk “trading for living“.

    Jika Anda masih ingin “Cepat Kaya” bisa membaca artikel 2 Cara Meningkatkan Profit Trading Forex Anda untuk dipelajari.

  4. Tidak Memiliki Pengetahuan Trading Forex

    Beberapa tipe trader biasanya tidak menyukai belajar, mereka lebih suka praktek.Menghasilkan uang sambil belajar”, dalih mereka.

    Tetapi pada kenyataanya, trading forex tidak seperti itu, tanpa pengetahuan trading, maka uang mereka akan habis. Itulah mengapat hanya 5% saja trader yang mampu menghasilkan penghasilan konsisten dari trading forex.

    Apalagi mereka, para pemula yang ingin “menghasilkan uang sambil belajar” ini tidak memiliki strategi trading sama sekali. Mereka berpikir trading forex seperti perjudian, “Pilih pasang Buy atau Sell, kalau benar akan dapet uang”.

    Pada kenyataannya yang mereka rasakan mungkin seperti ini, “BUY salah, SELL salah, Sial banget pokoknya !”

Untuk menjadi seorang trader forex yang mampu menghasilkan profit konsisten profit untuk dijadikan penghasilan bulanan memang bukan perkara mudah. Emosi membawa peranan penting apakah seseorang mampu menjadi trader handal ataukah tidak. Selain itu, trader harus selalu belajar mengembangkan pengetahuan tradingnya dengan membaca berbagai materi pengetahuan trading forex yang banyak tersedia di internet dan di website ini.

 



SHARE


Previous articleMengenal Jenis Strategi Trading Forex Yang Dipakai Trader Sukses
Next articlePelajaran 11: Jenis Chart Trading Forex dan Cara Membacanya


DISKUSI FOREX

Please enter your comment!
Please enter your name here