Panduan Lengkap Penggunaan MACD dalam Trading Forex


Trader, pada sekitar tahun 1960-an MACD ditemukan oleh Gerald Appel yang mengambil formulasi yang sebenarnya adalah Moving Average. Karena itu kepanjangan MACD adalam Moving Average Convergen Divergen.

Indikator ini terdiri dari dua bagian, yaitu MACD histogram dan garis MACD sendiri. Secara umum, MACD terbagi menjadi tiga bagian, yaitu triger line, center line dan MACD line.

MACD menunjukkan perbedaan antara eksponensial pergerakan rata-rata (exponential moving average yang biasa disingkat “EMA”) yang cepat dan lambat dari harga penutupan. Indikator ini termasuk dalam kategori lagging indikator sehingga pergerakannya sangat lambat terhadap perubahan harga namun sangat membantu untuk mengidentifikasi sebuah trend.

 

Cara Menggunakan MACD dalam Trading Forex

Trader, cara menggunkan MACD dalam trading forex dapat bermacam-macam seperti ketika seseorang ditanya apakah gelas itu setengah penuh atau setengah kosong. Persoalan psikologi ini tidak perlu dibahas, kita harus berpikiran terbuka bahwa memang gelas itu setengah penuh dan bisa juga setengah kosong tergantung sudut pandang, keduanya benar.

Begitu pula pembahasan MACD kali ini adalah tentang bagaimana sebagian trader membaca indikator ini mungkin berbeda dengan yang lain.

Kita akan mengulas bagaimana Anda dapat memanfaatkan indikator MACD ini dalam trading forex dengan berbagai cara.

 

1. Berpotongan MACD dengan garis tengah

Penggunakaan MACD ini sangat sederhana, yaitu hanya dengan melihat pada saat MACD melewati garis tengah.

 

cara trading forex menggunakan MACD

 

BACA JUGA:  Cara Akurat Trading Forex Saat Terjadi Breakout Pada Trendline

Cara trading ini tidak menggunakan settingan standar MACD bawaan Metatrader yang dapat dilihat pada artikel Teknik Trading Forex Mudah dan Simple Menggunakan MACD. Karena penggunaan persilangan antara garis tengah MACD maka perlu diperhatikan bahwa penggunaan MACD untuk trading forex dengan cara ini tidak berlaku pada kondisi sideway.

Pada keadaan sideway, cara trading forex menggunakan garis perpotongan MACD dengan garis tengah akan kita jumpai berada di sekitar garis tengah dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga akan sulit mengambil keputusan. Oleh karena itu sebaiknya tetap menggunakan stop loss.

 

2. Persilangan histogram MACD dengan garis MACD Signal

Cara trading forex dengan menggunakan persilangan histogram cukup sederhana. Cara trading ini mirip sekali dengan cara trading menggunakan garis perpotongan Moving Average sedangkan pada MACD perlu kita perhatikan letak garis signal dengan histogram.

 

cara trading forex menggunakan MACD

 

Perhatikan gambar di atas, pada saat garis MACD signal (warna merah) berada diatas histogram maka disitulah MACD dapat digunakan sebagai sinyal SELL. Begitu pula pada saat garis MACD signal berada atau membus di dalam histogram MACD maka biasanya trend sedang bullish sehingga lebih menguntungkan jika hanya mengambil posisi Buy saja.

Namun kondisi ini terkadang juga sedikit mengalami ketelambatan bahkan tidak sesuai arah yang sering disebut Divergen. Untuk itu disarankan memasang stop loss pada saat setiap kali trade.

 

3. Divergensi MACD

Trading forex menggunakan Divergensi MACD pada umumnya sangat akurat namun sangat jarang terjadi. Kondisi divergensi sebenarnya tidak hanya terjadi pada MACD saja namun juga terjadi pada indikator RSI, Stochastic dan indikator standar yang lain.

BACA JUGA:  Cara Trading Forex Akurat Menggunakan Beragam Time Frame

 

cara trading forex menggunakan MACD

 

Kondisi divergen MACD sangat mudah dikenali, kita hanya perlu melihat kondisi abnormal (tidak normal) dari indikator ini. Pada kondisi normal, arah trend MACD akan bergerak mengikuti arah bergeraknya harga pair mata uang pada chart.

Pada saat chart naik biasanya MACD akan cenderung ikut bergeraj naik, namun akan ada suatu kondisi ketika harga pada chart naik ternyata MACD terjadi penurunan. Atau sebaliknya pada saat harga sedang turun (tend turun/bearish) yang kita dapati pada indikator MACD terjadi kenaikan.

Kondisi ini kita namakan sebagai divergen yang seringkali sebagai pertanda akan terjadi perubahan trend besar. Open posisi dilakukan sesuai dengan arah indikator MACD apakah downtrend atau uptrend bukan mengikuti arah harga pada chart.



SHARE