Connect with us

Strategi Trading Forex

Teknik Trading Forex Paling Mudah dan Simple Menggunakan MACD

Published

on

Akhir-akhir ini banyak trader mulai mempertanyakan apakah ada teknik trading forex paling mudah dan sederhana? Barangkali para trader ini sudah mulai merasa bahwa trading forex ini sangat sulit dan sering mengalami loss bahkan margin call.

Traders, definisi “mudah” bisa memiliki pengertian yang berbeda-beda bagi setiap trader. Seorang trader yang telah berpengalaman trading selama sepuluh tahun tentu berbeda dengan trader yang baru mengenal forex satu bulan.

Bagi Anda yang baru mengenal forex saya akan memberikan satu teknik trading forex yang cukup mudah dan sederhana menggunakan indikator MACD.

 

Trading forex mudah dan simple menggunakan MACD

Traders, penggunaan MACD dalam trading forex dapat berbeda-beda oleh setiap trader. Beberapa trader menggunakan teknik perpotongan garis MACD Signal dan Main, sebagian menunggu terjadinya kondisi divergen pada MACD.

Namun kali ini saya akan memberikan tips cara trading mudah untuk mencari tahu kapan trend telah terbentuk kemudian melakukan open posisi hanya dengan menggunakan MACD.

Pada saat memasang indikator MACD umumnya trader tidak mengubah settingan, tetapi hanya membiarkan saja settingan standar bawaan metatrader.

 

 

Namun pada teknik yang sedang kita bahas kali ini tidak menggunakan settingan MACD standar seperti diatas. Kita akan mencoba merubah settingan tertentu untuk mencari titik optimal untuk trading forex pada beberapa keadaan seperti pada pair EUR/AUD time frame H1 yang akan kita ulas pada materi belajar forex kali ini.

Untuk memulai materi belajar trading forex kali ini kita pasang MACD pada pair EUR/AUD time frame H1 pada awal bulan Desember 2015. Settingan MACD kita ubah menjadi Fast SMA : 14, Slow EMA: 20 dan MACD SMA: 1 seperti contoh dibawah ini.

 

 

Setelah kita pasang indikator seperti settingan di atas, barangkali Anda melihat bentuk grafik indikator MACD yang tidak lazim seperti pada umumnya. Anda hanya akan melihat MACD seperti ombak atau gelombang saja, hanya itu. Sedangkan garis pembantu (Signal) kita jadikan behimpitan dengan bar MACD (Main). Sangat mudah dan simple bukan?

 

 

Cara trading ini sangat mudah dan simple, yang perlu Anda lakukan hanya memperhatikan kapan gelombang MACD menembus garis tengah indikator (garis level nol).

Pada saat MACD berubah arah melewati garis level nol disitulah kita akan melakukan aksi Buy atau Sell. Seandainya MACD melewati garis nol dari bawah maka disitulah kita akan membuka posisi Buy. Begitu juga halnya jika kita melihat indikator MACD melewati garis nol dari atas ke bawah maka disitulah tepatnya kita akan membuka posisi Sell.

Take profit yang dianjurkan jika kita trading pada time frame H1 adalah sekitar 100 hingga 200 point, atau sesuai kondisi chart yang sedang terjadi. Serta segera close atau cut loss jika ternyata MACD berbalik arah. Untuk mempermudah, silahkan perhatikan gambar di atas.

Perlu diperhatikan supaya Anda selalu memasang stop loss pada setiap trading Anda untuk mengurangi kerugian jika ternyata harga perbalik arah.

Teknik trading forex mudah dan sederhana ini sebelum menggunakan pada akun riil, sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu pada akun demo sebelum menggunakan pada akun riil. Karena bisa jadi teknik trading ini tidak cocok dengan karakter trading Anda. Atau bisa juga karena pemilihan pair mata uang yang kurang tepat sehingga percobaan pada pair mata uang lain perlu dilakukan.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Strategi Trading Forex

Cara Trading Forex Menggunakan Strategi “Cloud Breakout” Ichimoku

Published

on

Semangat pagi traders Indonesia, pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas salah satu bagian dari sebuah strategi trading menggunakan indikator Ichimoku.

Pada dasarnya indikator Ichimoku cukup kompleks bahkan indikator ini sebenarnya tidak hanya sekedar indikator, melainkan sudah merupakan sebuah sistem trading yang sangat lengkap sehingga perlu dibahas secara terperinci.

Ichimoku terdiri dari beberapa bagian penting dimana setiap bagian tersebut sangat membantu trader menganalisa dan menentukan kapan membuka posisi Buy/Sell. Kali ini saya akan mengulas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami dari bagian Ichimoku yang disebut “Kumo”.

Kumo, dalam bahasa Jepang sebenarnya memiliki dua arti yaitu “Laba-laba” dan “awan/mendung” tetapi saat ini kita mengambil pengertian kumo sebagai awan atau cloud dalam bahasa Inggris.

Dalam pembahasan kali  ini saya mengkhususkan mengenai strategi trading “Cloud Breakout” dimana dalam strategi trading ini hanya menggunakan bagian Kumo (Cloud) saja dari indikator Ichimoku.

Teknik trading ini merupakan teknik trading yang paling sederhana saat menggunakan indikator Ichimoku. Hanya dengan mememperhatikan dimana posisi candlestick terhadap cloud kita sudah dapat memperkirakan apakah trend sedang up atau down.

 

BUY Jika Candlestick Close Diatas Cloud

Dengan menggunakan strategi Cloud Breakout yang kita dapat mempersiapkan diri untuk memasang posisi BUY pada saat candlestick Break (melewati/ keluar) dari cloud.

Definisi Break  (melewati/keluar) ini bisa berarti candlestik yang sebelumnya berada dibawah cloud kemudian menembus ke atas.

 

Atau pada saat trend sedang naik (bullish) kemudian terjadi retracement sehingga sempat menyentuh atau masuk ke dalam cloud kemudian kembali Bullish keluar dari Cloud.

Pada saat inilah biasanya waktu paling berpotensi untuk menghasilkan profit yang banyak karena biasanya inilah permulaan sebuah trend.

 

SELL Jika Candlestick Close Dibawah Cloud

Pada kejadian yang sama kita bisa mempersiapkan diri untuk memasang posisi SELL pada saat candlestick menembus cloud dari atas ke bawah keluar melewati cloud.

Atau pada saat trend sedang turun (bearish) kita mendapati candlestick mencoba naik memasuki cloud kemudian keluar turun kembali sebelum sempat naik keluar dari cloud.

Jadi inti dari strategi trading ini adalah melakukan entri pada saat candle close diluar cloud/kumo dari Ichimoku.

 

Wajib memasang Stop Loss

Strategi ini seperti semua jenis strategi trading, tidak menjamin selamanya benar 100%, karena terkadang candlestick hanya sekedar “mengintip” dan berbalik arah, tetapi kejadian seperti ini sangat jarang. Sehingga perlu memasang stoploss untuk mengantisipasi terjadinya kasus semacam ini.

 

Meskipun terjadi situasi dimana candlestik hanya sekedar “mengintip” keluar dari cloud kemudian berbalik arah (False Breakout) dan tersentuh stop loss, namun secara keseluruhan perbandingan rasio loss dan profit cukup bagus pada saat kondisi market sedang mendukung.

 

Continue Reading

Strategi Trading Forex

Strategi Trading QQE-Filter Akurat Untuk Trading Harian

Published

on

Strategi trading forex QQE-Filter untuk trading forex harian yang akurat ini dapat digunakan pada timeframe M15. Selain itu, strategi trading forex QQE-Filter hanya digunakan untuk strategi follow trend.

Maka strategi trading ini sebaiknya tidak digunakan untuk trading conter trend karena hasilnya bisa menguras habis equity akun trading Anda dengan sangat cepat.

Strategi trading forex ini menggunakan 3 buah indikator yaitu QQE, Filter (trendfilter) dan VoltyChannel dimana ketiga indikator tersebut merupakan indikator follow trend.

Indikator paling utama dalam strategi trading QQE-Filter ini adalah indikator QQE yang digunakan untuk memfilter kapan melakukan open posisi entri sehingga menjadi lebih akurat.

TimeFrame

Sebaiknya digunakan pada timeframe M15 atau M30 saja untuk mencari titik entri pada trading harian.

Pair Yang Digunakan

Dapat digunakan pada forex dan indices serta tidak perlu kuatir dengan akun trading yang menggunakan swap karena strategi trading QQE-Filter umumnya akan close pada hari yangs sama.

Sehingga hampir tidak ada biaya menginap atau swap.

Aturan Umum Strategi Trading QQE-Filter

Aturan penggunaan strategi trading QQE-Filter ini secara garis besar sama dengan segala jenis strategi trading follow trend.

BUY ketika trend naik dan SELL ketika trend diperkirakan turun.

Aturan BUY

Open posisi BUY dilakukan pada saat:

  1. VoltyChannel berada di bawah candle yang biasanya akan berwarna biru
  2. Indikator Trend berwarna biru
  3. Indikator QQE berapa diatas level 50 serta garis putih indikator tersebut berada di atas garis warna kuning.

Take Profit atau Cut Loss dilakukan pada saat garis indikator QQE telah berpotongan kebalikan dari opsi nomor 3 diatas.

ATURAN BUY (klik untuk memperbesar gambar)

Aturan SELL

Open posisi SELL dilakukan pada saat:

  1. VoltyChannel berada di atas candle yang biasanya akan berwarna merah
  2. Indikator Trend berwarna merah
  3. Indikator QQE berapa di bawah level 50 dan garis putih indikator tersebut berada dibawah garis warna kuning.

Take Profit atau Cut Loss dilakukan pada saat garis indikator QQE telah berpotongan kebalikan dari opsi nomor 3 diatas.

Traders, untuk mendownload strategi trading QQE-Filter silahkan klik tombol download dibawah ini. Proses download akan membutuhkan waktu tunggu sekitar 60 detik saja.

 

Waktu tunggu
60
detik
Download Indikator
Download sedang diproses..





Continue Reading

Strategi Trading Forex

Strategi Trading Scalping Akurat Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI

Published

on

Strategi trading forex menggunakan teknik scalping dengan indikator Bollinger Bands, ADX dan RSI ini dapat digunakan di semua aplikasi metatrader Anda. Baik Metatrader 4, Metatrader 5 maupun aplikasi mobile Android karena menggunakan indikator bawaan aplikasi tersebut.

Teknik trading scalping merupakan salah satu teknik trading yang dilakukan pada timeframe kecil seperti 1 Menit atau 5 Menit sehingga memerlukan konsentrasi dan fokus dalam menganalisa market. Karena teknik scalping merupakan teknik yang cukup mengambil profit beberapa pips saja dalam waktu yang relatif singkat.

Strategi Trading Scalping Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini khusus digunakan pada Time Frame M1 (1 Menit), maka sebaiknya tidak menggunakan di time frame yang lebih tinggi.

Strategi scalping menggunakan bollinger bands, ADX dan RSI ini pada dasarnya dapat digunakan pada pair mata uang utama (major pairs) seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/JPY, EUR/JPY dan sebagainya yang pada umumnya memiliki spread relatif kecil

Dan untuk trading menggunakan teknik scalpin sebaiknya Anda menggunakan broker forex jenis ECN atau tanpa spread (zero spread) agar profit yang diperoleh lebih besar daripada trading menggunakan akun standar.

Indikator yang digunakan pada Strategi scalping menggunakan bollinger bands, ADX dan RSI ini adalah:

  1. Bollinger Bands ( 20 period, 2 deviation )
  2. ADX (14 period )
  3. RSI ( 7 period )

Yang perlu diperhatikan dalam setiap Anda melakukan trading forex menggunakan strategi scalping adalah menjauhi news. Dengan demikian Anda perlu memerhatikan kalender ekonomi pada saat melakukan trading.

Untuk mengetahui kalender ekonomi, dapat Anda lihat disini. Harap menjauh dari news yang memiliki dampak signifikan, dan jauh lebih baik lagi jika pada saat itu tidak ada news sama sekali.

Jika Anda temukan ada news (berita ekonomi) pada mata uang salah satu pair trading Anda, maka hindari melakukan entri 30 menit sebelum dan 30 menit setalah news dikeluarkan. Tunggulah hingga market sudah kembali tenang.

 

Panduan Trading Scalping Dengan Bollinger Bands, ADX dan RSI

Anda perlu memasang beberapa indikator ini pada chart trading Anda, diantaranya:

  1. Bollinger Bands ( 20 period, 2 deviation )
  2. ADX (14 period )
  3. RSI ( 7 period )

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan strategi scalping menggunakan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini adalah posisi harga ketika berada di bawah garis atas (upper) atau diatas garis bawah (lower) dari bollinger bands, RSI apakah mengarah kebawah dari level 70 atau mengarah keatas dari level 30 dan terakhir adalah ADX dibawah level 32.

Semua yang telah disebutkan diatas harus terjadi secara bersamaan.

Entri BUY : Dilakukan pada saat harga (candle) berada diatas garis bawah (lower) Bollinger Bands, RSI naik melebihi level 30 dan ADX dibawah 32 secara bersamaan.

Entri SELL : Dilakukan pada saat harga (candle) berada dibawah garis atas (upper)  Bollinger Bands, RSI turun dibawah level 70 dan ADX dibawah 32 secara bersamaan.

Take Profit : Pada dasarnya ada 3 pilihan yang dapat Anda gunakan.

  1. Take profit ketika candle menyentuh atau melewati gari tengah dari Bollinger Bands.
  2. Pada saat candle menyentuh garis batas Bollinger Bands pada sisi lainnya.
  3. Atau pasang take profit 70 pips (5 digit broker) dari harga entri.

Stop Loss : Dapat dipasang tergantung harga pada candle sebelumnya atau dipasant pada 70 pips (5 digit broker)

Sebelum menggunakan teknik strategi scalping akurat menggunakan Bollinger Bands, ADX dan RSI ini pada akun riil sebaiknya dicoba pada akun demo terlebih dahulu.

Ini sangat diperlukan karena untuk mengganti strategi trading Anda yang sebelumnya dan menggunakan strategi ini diperlukan penyesuaian psikologi lagi. Namun, jika ternyata strategi trading yang Anda gunakan selama ini sudah cukup akurat maka sebaiknya tidak merubah ke strategi yang baru.

Karena setiap trader memiliki psikologi yang berbeda-beda, maka strategi tradingnya tentu tidak dapat dibuat sama. Sehingga perlu dilakukan uji coba pada akun demo hingga dapat sesuai dengan kondisi psikologi antara trader dan strategi trading yang digunakan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2015 - 2019 BedahForex.com